UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Trends in Herbal Medicine Research for Inflammatory Bowel Disease: A Bibliometric Analysis with Emphasis on Ulcerative Colitis / Tren Penelitian Pengobatan Herbal untuk Penyakit Radang Usus: Analisis Bibliometrik dengan Penekanan pada Kolitis Ulseratif

Nasution, Muhammad Amin dan Andry, Muhammad dan Karo-Karo, Sry Ulina dan Nasution, Indah Pertiwi dan Lubis, Meiva Amelia dan Damayanti S, Damayanti S (2026) Trends in Herbal Medicine Research for Inflammatory Bowel Disease: A Bibliometric Analysis with Emphasis on Ulcerative Colitis / Tren Penelitian Pengobatan Herbal untuk Penyakit Radang Usus: Analisis Bibliometrik dengan Penekanan pada Kolitis Ulseratif. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2629-2638.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Inflammatory bowel disease (IBD), particularly ulcerative colitis (UC), is a chronic gastrointestinal disorder that significantly affects quality of life. Despite advances in conventional therapy, some patients experience adverse effects, relapse, high treatment burden, or inadequate response, contributing to interest in complementary approaches, including herbal medicine. This study aims to map the development of herbal medicine research in IBD, specifically UC, by examining publication trends, key contributors, collaboration patterns, and emerging themes. This study analyzed 518 English-language journal articles indexed in Scopus from 2016 to 2025. VOSviewer (version 1.6.20) and Biblioshiny (R package version 5.0) were used to analyze source productivity, country collaboration, citation relationships, and keyword co-occurrence. Among the ten most productive sources, the Journal of Ethnopharmacology (44 articles), Frontiers in Pharmacology (24), and Phytomedicine (22) contributed 90 of 160 articles (56.3%) in the top-ten-source subset; this percentage does not represent the entire 518-document corpus. Among records with identifiable corresponding-author countries, China contributed 46.0%, followed by India (11.1%) and South Korea (8.3%). The thematic structure centered on anti-inflammatory pathways, immune modulation, DSS-induced colitis, intestinal-barrier function, gut microbiota, and emerging systems approaches such as network pharmacology and metabolomics. The journal profile and keyword network suggest that the evidence base remains predominantly preclinical and translational. Clinical validation, extract standardization, safety reporting, and multinational collaboration are therefore priorities before wider clinical adoption

Penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD), khususnya kolitis ulseratif atau ulcerative colitis (UC), merupakan gangguan gastrointestinal kronis yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Meskipun terapi konvensional terus berkembang, sebagian pasien masih mengalami efek samping, kekambuhan, beban pengobatan yang tinggi, atau respons yang kurang memadai sehingga mendorong ketertarikan terhadap pendekatan komplementer, termasuk pengobatan herbal. Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan riset pengobatan herbal pada IBD, khususnya UC, dengan menelaah tren publikasi, kontributor utama, pola kolaborasi, dan tema-tema yang berkembang. Penelitian ini menganalisis 518 artikel jurnal berbahasa Inggris yang terindeks Scopus pada periode 2016–2025. VOSviewer versi 1.6.20 dan paket Biblioshiny versi 5.0 pada R digunakan untuk menganalisis produktivitas sumber, kolaborasi antarnegara, hubungan sitasi, dan ko-kemunculan kata kunci. Di antara sepuluh sumber paling produktif, Journal of Ethnopharmacology (44 artikel), Frontiers in Pharmacology (24), dan Phytomedicine (22) menyumbang 90 dari 160 artikel (56,3%) pada kelompok sepuluh sumber tersebut; persentase ini bukan proporsi dari keseluruhan 518 dokumen. Di antara rekaman yang memiliki informasi negara penulis korespondensi, Tiongkok memberikan kontribusi terbesar (46,0%), diikuti India (11,1%) dan Korea Selatan (8,3%). Struktur tematik berpusat pada jalur antiinflamasi, modulasi imun, kolitis yang diinduksi DSS, fungsi sawar usus, mikrobiota, serta pendekatan sistem yang mulai muncul, seperti network pharmacology dan metabolomik. Profil jurnal dan jaringan kata kunci menunjukkan bahwa basis bukti masih didominasi penelitian praklinis dan translasi. Oleh karena itu, validasi klinis, standardisasi ekstrak, pelaporan keamanan, dan kolaborasi multinasional tetap menjadi prioritas sebelum penerapan klinis yang lebih luas

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1538 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Muhammad Amin Nasution, Muhammad Andry, Sry Ulina Karo-Karo , Indah Pertiwi Nasution, Meiva Amelia Lubis , Damayanti S; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2629-2638; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2629-2638; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:26
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:26
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1411

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang