UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Endophytic Bacteria from Hippobroma longiflora Leaves: A Promising Source of Antibacterial Compounds Against Staphylococcus aureus / Bakteri Endofit dari daun Katarak (Hippobroma longiflora) : Sumber Potensial Senyawa Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus

Arfiandi, Arfiandi dan Setiawan, Budi dan Pratiwi, Citra Maisy Dian (2026) Endophytic Bacteria from Hippobroma longiflora Leaves: A Promising Source of Antibacterial Compounds Against Staphylococcus aureus / Bakteri Endofit dari daun Katarak (Hippobroma longiflora) : Sumber Potensial Senyawa Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1811-1817.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Background: The increasing resistance of Staphylococcus aureus to conventional antibiotics has intensified the search for alternative and more sustainable sources of antibacterial agents. One promising strategy involves the exploration of endophytic bacteria inhabiting medicinal plants, such as Hippobroma longiflora (commonly known as katarak leaves). Objective: This study aimed to isolate endophytic bacteria from Hippobroma longiflora leaves and evaluate their antibacterial activity against Staphylococcus aureus in vitro. Methods: Isolation was carried out through surface sterilization of the leaves using 70% Etanol and 2% Sodium hypochlorite, followed by cultivation on Nutrient Agar. The resulting isolates were subcultured and grown in Nutrient Broth to facilitate the production of secondary metabolites. Antibacterial activity was evaluated using the disc diffusion method, and the inhibition zones were measured. Results: The endophytic bacterial isolates demonstrated antibacterial activity, with an average inhibition zone of 10.15 mm, which was classified as strong. In comparison, chloramphenicol exhibited a significantly larger inhibition zone of 28.52 mm, while the negative control showed no inhibitory effect. Conclusion: These findings suggest that endophytic bacteria isolated from Hippobroma longiflora have potential as a source of antibacterial compounds. However, further optimization and detailed characterization are necessary to enhance their applicability.

Latar belakang: Meningkatnya resistensi Staphylococcus aureus terhadap antibiotik konvensional mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif yang lebih berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang mulai banyak dikaji adalah pemanfaatan bakteri endofit yang hidup di dalam jaringan tanaman obat, termasuk Hippobroma longiflora (secara umum dikenal sebagai daun Katarak). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri endofit dari daun Hippobroma longiflora serta menilai aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus secara in vitro. Metode: Isolasi dilakukan melalui proses sterilisasi permukaan daun menggunakan Etanol 70% dan Natrium hipoklorit 2%, kemudian ditumbuhkan pada media Nutrient Agar. Isolat yang diperoleh selanjutnya diremajakan dan dikultur dalam Nutrient Broth untuk menghasilkan metabolit sekunder. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram, dengan pengukuran diameter zona hambat sebagai parameter. Hasil: Isolat bakteri endofit menunjukkan adanya aktivitas antibakteri dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 10,15 mm yang termasuk kategori kuat. Sebagai pembanding, kloramfenikol menghasilkan zona hambat yang lebih besar, yaitu 28,52 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas. Kesimpulan: Hasil ini mengindikasikan bahwa bakteri endofit dari daun Hippobroma longiflora berpotensi sebagai sumber senyawa antibakteri. Namun, diperlukan penelitian lanjutan untuk optimalisasi serta karakterisasi lebih mendalam agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1521 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Arfiandi, Budi Setiawan , Citra Maisy Dian Pratiwi ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1811-1817; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1811-1817; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1401

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang