UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Knowledge, Attitude, and Practice Among Long and Short-Term Contraception Methods Users in a Rural Area of Indonesia / Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang dan Pendek di Daerah Terpencil Indonesia

Fitriani, Hani Sri dan Wikaningtyas, Pratiwi dan Zazuli, Zulfan (2026) Knowledge, Attitude, and Practice Among Long and Short-Term Contraception Methods Users in a Rural Area of Indonesia / Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang dan Pendek di Daerah Terpencil Indonesia. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1328-1337.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

The use of long-acting contraceptive methods (LACMs) in Indonesia remains relatively low despite government efforts to increase their adoption to reduce maternal and child mortality. This study aims to examine differences in knowledge, attitudes, and practices (KAP) between LACM users and non-LACM users, as well as to identify factors influencing contraceptive method selection among women of reproductive age in a rural area of Indonesia. A cross-sectional design was employed involving 394 respondents selected through Cluster Random Sampling, all of whom completed validated and reliable questionnaires. Data were analyzed descriptively. The Mann–Whitney test was used to compare KAP between LACM and non-LACM users. Chi-square tests and logistic regression analysis were conducted to identify factors associated with contraceptive method selection. The results showed significant differences between the two groups. LACM users demonstrated higher levels of knowledge, more positive attitudes, and better contraceptive practices compared with non-LACM users. Factors associated with LACM use included high knowledge (OR = 2.415; p = 0.001), education above primary school level (OR = 7.03; p = 0.003), exposure to print media (OR = 28.331; p = 0.000), and obtaining contraceptives from community health centers (OR = 6.6; p = 0.009). In conclusion, short-acting contraceptive users exhibited lower knowledge, attitudes, and practices than LACM users. Therefore, individuals with low KAP levels should be prioritized in reproductive health education and promotion programs.

Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Indonesia masih tergolong rendah meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penggunaannya guna menurunkan angka kematian ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengetahuan, sikap, dan praktik antara pengguna MKJP dan non-MKJP, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan metode kontrasepsi pada wanita usia subur di wilayah pedesaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 394 responden yang dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling, dan seluruh responden mengisi kuesioner yang telah valid dan reliabel. Data dianalisis secara deskriptif. Uji Mann–Whitney digunakan untuk membandingkan pengetahuan, sikap, dan perilaku antara pengguna MKJP dan non-MKJP. Uji Chi-square dan analisis regresi logistik digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Pengguna MKJP memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi, sikap yang lebih positif, dan praktik kontrasepsi yang lebih baik dibandingkan pengguna non-MKJP. Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP meliputi tingkat pengetahuan yang tinggi (OR = 2,415; p = 0,001), pendidikan di atas tingkat sekolah dasar (OR = 7,03; p = 0,003), paparan media cetak (OR = 28,331; p = 0,000), serta memperoleh layanan kontrasepsi di puskesmas (OR = 6,6; p = 0,009). Kesimpulannya, pengguna kontrasepsi jangka pendek memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik yang lebih rendah dibandingkan pengguna MKJP. Oleh karena itu, individu dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku yang rendah perlu diprioritaskan dalam program edukasi dan promosi kesehatan reproduksi.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1507 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Hani Sri Fitriani , Pratiwi Wikaningtyas , Zulfan Zazuli ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1328-1337; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1328-1337; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1397

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang