UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

The Relationship Between Daily Fiber Intake and Random Blood Glucose Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Without Complications in Banda Sakti District, Lhokseumawe City / Hubungan Konsumsi Serat Harian Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tanpa Komplikasi Di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe

Divaulhaq, Afiqah dan Nadira, Cut Sidrah dan Zara, Noviana (2026) The Relationship Between Daily Fiber Intake and Random Blood Glucose Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Without Complications in Banda Sakti District, Lhokseumawe City / Hubungan Konsumsi Serat Harian Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tanpa Komplikasi Di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2402-2416.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Introduction: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia resulting from impaired insulin secretion, insulin action, or both. Indonesia ranks fifth globally for DM prevalence, with 19.5 million cases (10.8%) reported in 2021. Dietary fiber intake plays a crucial role in glycemic regulation through mechanisms involving delayed gastric emptying and enhanced insulin sensitivity. However, evidence regarding the association between daily fiber consumption and glycemic control in type 2 DM patients without complications remains inconclusive, particularly in primary care settings. Objective: This study aimed to examine the association between daily fiber intake and random blood glucose (RBG) levels among patients with uncomplicated type 2 diabetes mellitus in Banda Sakti District, Lhokseumawe City. Methods: A cross-sectional analytical study was conducted at Banda Sakti and Mon Geudong Primary Health Centers from May 2023 to February 2024. A total of 51 participants with uncomplicated type 2 DM were recruited using total sampling. Daily fiber intake was assessed through 24-hour food recall and analyzed using Nutrisurvey software, while RBG levels were measured using a standardized glucometer (ISO 15197:2013). Data analysis employed univariate descriptive statistics and bivariate analysis using Fisher's Exact test, with statistical significance set at p<0.05. Results: The majority of respondents were female (66.7%, n=34), elderly (>60 years, 51.0%, n=26), with higher education levels (60.8%, n=31), and normal body mass index (54.9%, n=28). Suboptimal daily fiber intake (<20 g/day) was observed in 80.4% (n=41) of participants, and poor RBG control (>200 mg/dL) was found in 68.6% (n=35). Although a trend indicated better RBG levels among those with adequate fiber intake (60% had good RBG vs. 24.4% in the insufficient group), statistical analysis revealed no significant association (p=0.054, Fisher's Exact test). Conclusion: Despite the absence of a statistically significant correlation between daily fiber intake and random blood glucose levels in this study, the observed trend suggests the potential clinical relevance of adequate fiber consumption for glycemic management. Future studies with larger sample sizes, prospective designs, and consideration of confounding factors including medication adherence, physical activity, and comprehensive dietary patterns are warranted to further elucidate this relationship.

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk prevalensi DM, dengan 19,5 juta kasus (10,8%) dilaporkan pada tahun 2021. Asupan serat makanan berperan penting dalam regulasi glikemik melalui mekanisme yang meliputi perlambatan pengosongan lambung dan peningkatan sensitivitas insulin. Namun, bukti mengenai hubungan antara konsumsi serat harian dengan kontrol glikemik pada pasien DM tipe 2 tanpa komplikasi masih belum konklusif, khususnya di setting pelayanan kesehatan primer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara asupan serat harian dengan kadar gula darah sewaktu (GDS) pada pasien diabetes melitus tipe 2 tanpa komplikasi di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Metode: Studi analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dilakukan di Puskesmas Banda Sakti dan Puskesmas Mon Geudong pada periode Mei 2023 hingga Februari 2024. Sebanyak 51 partisipan dengan DM tipe 2 tanpa komplikasi direkrut menggunakan metode total sampling. Asupan serat harian dinilai melalui food recall 24 jam dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Nutrisurvey, sedangkan kadar GDS diukur menggunakan glukometer terstandarisasi (ISO 15197:2013). Analisis data menggunakan statistik deskriptif univariat dan analisis bivariat dengan uji Fisher's Exact, dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (66,7%, n=34), berusia lanjut (>60 tahun, 51,0%, n=26), berpendidikan tinggi (60,8%, n=31), dan memiliki indeks massa tubuh normal (54,9%, n=28). Konsumsi serat harian yang kurang (<20 g/hari) ditemukan pada 80,4% (n=41) partisipan, dan kontrol GDS yang buruk (>200 mg/dL) ditemukan pada 68,6% (n=35). Meskipun terdapat kecenderungan kadar GDS yang lebih baik pada kelompok dengan asupan serat cukup (60% memiliki GDS baik vs. 24,4% pada kelompok kurang), analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (p=0,054, uji Fisher's Exact). Kesimpulan: Meskipun tidak ditemukan korelasi yang signifikan secara statistik antara konsumsi serat harian dengan kadar gula darah sewaktu pada penelitian ini, kecenderungan yang teramati menunjukkan relevansi klinis potensial dari asupan serat yang adekuat untuk manajemen glikemik. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar, desain prospektif, dan mempertimbangkan faktor perancu seperti kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, dan pola makan komprehensif sangat diperlukan untuk mengklarifikasi hubungan ini.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1506 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Afiqah Divaulhaq, Cut Sidrah Nadira , Noviana Zara ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2402-2416; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2402-2416; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1396

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang