UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Economic Burden of Kidney Transplantation as Renal Replacement Therapy in End-Stage Chronic Kidney Disease Patients: A Systematic Review / Beban Ekonomi Transplantasi Ginjal sebagai Terapi Pengganti Ginjal pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium Akhir: Tinjauan Sistematis

Akyuni, Qurrata dan Endarti, Dwi dan Suwantika, Auliya Abdurrohim dan Wulandari, Wening (2026) Economic Burden of Kidney Transplantation as Renal Replacement Therapy in End-Stage Chronic Kidney Disease Patients: A Systematic Review / Beban Ekonomi Transplantasi Ginjal sebagai Terapi Pengganti Ginjal pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium Akhir: Tinjauan Sistematis. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1419-1434.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

End-stage renal disease (ESRD) imposes a substantial economic burden on healthcare systems worldwide, extending well beyond its clinical implications. This burden is predominantly attributable to the requirements of renal replacement therapy (RRT), with kidney transplantation representing one of the most cost-intensive components of ESRD management. The complexity and continuity of long-term care needs further amplify the financial pressure on health systems globally. This systematic review was undertaken to identify and evaluate the economic burden associated with chronic kidney disease (CKD) across various RRT modalities, namely hemodialysis, peritoneal dialysis, and kidney transplantation, within diverse healthcare contexts. A systematic literature search was conducted in Scopus, PubMed, SpringerLink, and ProQuest, encompassing English-language observational studies and economic evaluations published between 2015 and 2025 that reported direct medical costs, non-medical costs, productivity losses, and related economic indicators. A total of 15 studies from multiple countries were analyzed, revealing a broadly consistent pattern of findings. Healthcare expenditures were found to escalate markedly with advancing CKD stage and the initiation of RRT. Multiple economic evaluation frameworks were employed, including disease burden analysis, cost-benefit analysis, comparative cost analysis, and cost-utility analysis. Hemodialysis incurred the highest annual costs, followed by peritoneal dialysis. While kidney transplantation requires a greater upfront investment, it has considerably lower long-term annual costs than continuous dialysis. The review ultimately affirms that kidney transplantation constitutes a more economically efficient therapeutic strategy for ESRD management, with meaningful potential to alleviate the broader global economic burden associated with this condition.

Penyakit ginjal tahap akhir (ESRD) tidak hanya berdampak pada kondisi klinis pasien, tetapi juga menimbulkan tekanan ekonomi yang besar bagi sistem layanan kesehatan di seluruh dunia. Beban ini sebagian besar didorong oleh kebutuhan terapi pengganti ginjal (RRT), dengan transplantasi ginjal sebagai salah satu komponen biaya terbesar dalam perawatan ESRD. Kebutuhan perawatan jangka panjang yang kompleks dan berkelanjutan semakin memperparah tekanan finansial pada sistem kesehatan secara global. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi beban ekonomi penyakit ginjal kronis (CKD) berdasarkan berbagai modalitas RRT, yaitu hemodialisis, dialisis peritoneal, dan transplantasi ginjal, dalam berbagai konteks sistem kesehatan. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui basis data Scopus, PubMed, SpringerLink, dan ProQuest, mencakup studi observasional dan evaluasi ekonomi berbahasa Inggris yang diterbitkan antara 2015 dan 2025, dengan fokus pada biaya medis langsung, biaya non-medis, kehilangan produktivitas, dan indikator ekonomi terkait. Sebanyak 15 studi dari berbagai negara dianalisis dan menunjukkan pola temuan yang cukup konsisten. Pengeluaran layanan kesehatan meningkat secara signifikan seiring dengan perkembangan stadium CKD dan dimulainya RRT. Berbagai pendekatan evaluasi ekonomi digunakan, termasuk analisis beban penyakit, analisis biaya-manfaat, analisis biaya komparatif, dan analisis biaya-utilitas. Hemodialisis mencatat biaya tahunan tertinggi, diikuti oleh dialisis peritoneal. Meskipun transplantasi ginjal memerlukan investasi awal yang lebih besar, modalitas ini terbukti menghasilkan biaya tahunan jangka panjang yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan dialisis. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa transplantasi ginjal merupakan strategi yang lebih efisien secara ekonomi dan berpotensi mengurangi beban ekonomi global akibat ESRD.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1505 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Qurrata Akyuni, Dwi Endarti, Auliya Abdurrohim Suwantika, Wening Wulandari; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1419-1434; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1419-1434; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1395

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang