Parimartha, Nyoman Ledy Trisna dan Laksemi, Dewa Ayu Agus Sri (2026) Rosemary (Rosmarinus officinalis) Phytochemicals as Prevention of Collagen Degradation and Wrinkle Formation: a Literature Review / Fitokimia Rosemari (Rosmarinus officinalis) untuk Mencegah Degradasi Kolagen dan Pembentukan Kerutan: sebuah Tinjauan Pustaka. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1205-1219.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
of the most visible manifestations. Aging disrupt the balance between collagen synthesis and degradation, leading to fragmentation of collagen fibers and loss of skin elasticity. Natural phytochemicals have gained increasing attention as potential agents for preventing or delaying skin aging due to their antioxidant and anti-inflammatory properties. Rosemary (Rosmarinus officinalis) contains a variety of bioactive compounds with potential dermatological benefits. Major phytochemicals identified in rosemary include phenolic acids such as rosmarinic acid, diterpenes such as carnosic acid and carnosol, as well as flavonoids and volatile terpenoids. These compounds have demonstrated strong antioxidant activity and the ability to modulate molecular pathways associated with skin aging. Evidence from in vitro studies suggests that rosemary phytochemicals can reduce reactive oxygen species (ROS) production, suppress inflammatory signaling pathways, and inhibit the expression of MMPs involved in collagen degradation. Emerging clinical evidence, particularly from oral supplementation studies, also suggests improvements in skin elasticity, wrinkle depth, and oxidative stress biomarkers, supporting the translational potential of rosemary phytochemicals in human skin. Available evidence supports the potential application of rosemary-derived compounds in dermatological and cosmeceutical formulations aimed at preventing collagen degradation and wrinkle formation. This literature review summarizes current evidence on the phytochemical composition of rosemary and the molecular mechanisms through which its bioactive compounds may contribute to the prevention of skin aging.
Penuaan kulit ditandai oleh perubahan struktural dan fungsional yang berlangsung secara progresif, dengan pembentukan kerutan sebagai salah satu manifestasi yang paling terlihat. Penuaan mengganggu keseimbangan antara sintesis dan degradasi kolagen, yang menyebabkan fragmentasi serat kolagen dan hilangnya elastisitas kulit. Senyawa fitokimia alami semakin mendapat perhatian sebagai agen potensial untuk mencegah atau menunda penuaan kulit karena sifat antioksidan dan antiinflamasinya. Rosemari (Rosmarinus officinalis), tanaman aromatik yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dan formulasi kosmetik, mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan potensi manfaat dermatologis. Fitokimia utama yang diidentifikasi dalam rosemary meliputi asam fenolat seperti asam rosmarinat, diterpen seperti asam karnosat dan karnosol, serta flavonoid dan terpenoid volatil. Senyawa-senyawa ini telah menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat dan kemampuan untuk memodulasi jalur molekuler yang terkait dengan penuaan kulit. Bukti dari studi in vitro menunjukkan bahwa fitokimia rosemary dapat mengurangi produksi reactive oxygen species (ROS), menekan jalur pensinyalan inflamasi, serta menghambat ekspresi MMP yang berperan dalam degradasi kolagen. Studi klinis khususnya dari studi suplementasi oral, juga menunjukkan adanya perbaikan elastisitas kulit, kedalaman kerutan, serta biomarker stres oksidatif, yang mendukung potensi translasi fitokimia rosemary pada kulit manusia. Meskipun studi klinis masih terbatas, bukti yang ada mendukung potensi penggunaan senyawa turunan rosemari dalam formulasi dermatologis dan kosmeseutikal untuk mencegah degradasi kolagen dan pembentukan kerutan. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menelaah studi terkini mengenai komposisi fitokimia rosemari serta mekanisme molekuler yang mendasari peran senyawa bioaktifnya dalam pencegahan penuaan kulit.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1486 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Nyoman Ledy Trisna Parimartha , Dewa Ayu Agus Sri Laksemi ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1205-1219; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1205-1219; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1384 |

