Haryoto, Haryoto dan Fauzi, Ahmad dan Ariyani, Herda dan Raharjo, Danang dan Sari, Erlinda Novita (2026) Standarisasi dan Pengujian Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum L.) Dengan Metode DPPH / Standardization and Antioxidant Activity Test of Karamunting Leaf Extract (Melastoma malabathricum L.) Using the DPPH Method. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1848-1856.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Introduction: Karamunting leaves (Melastoma malabathricum L.) are a typical plant of Kalimantan, empirically used by local communities as traditional medicine to treat diarrhea, dysentery, vaginal discharge, mouth ulcers, and to enhance immune function. The presence of phenolic compounds, flavonoids, and saponins in karamunting leaves indicates their potential as natural antioxidant agents. Standardization of simplicia and extracts is an essential prerequisite to ensure the quality, safety, and consistency of traditional medicinal raw materials in a scientific and measurable manner. Objective: This study aimed to standardize the 70% ethanol extract of karamunting leaves through specific and non-specific parameter testing and to evaluate its antioxidant activity using the DPPH method. Methods: Extraction was performed using the maceration method with 70% ethanol solvent for 24 hours. Standardization included specific parameter tests (organoleptic and phytochemical screening) and non-specific parameter tests (water content, drying loss, total ash content, acid-insoluble ash content, heavy metal contamination of Pb and Cd, as well as ethanol-soluble and water-soluble extractive values) in accordance with the Indonesian Herbal Pharmacopoeia (FHI) Edition II standards. Antioxidant activity was assessed using the DPPH radical scavenging method and expressed as the IC₅₀ value. Results: The karamunting leaf extract exhibited a thick consistency, green color, characteristic odor, and bitter taste. Phytochemical screening showed positive results for phenolic compounds (blue-black coloration with FeCl₃) and flavonoids (orange coloration with Mg/HCl). Non-specific parameter testing revealed water content of 15.05±0.36%, drying loss of 6.54±0.51%, total ash content of 3.40±0.31%, acid-insoluble ash content of 0.79±0.02%, and ethanol-soluble and water-soluble extractive values of 98.52% and 96.60%, respectively. No Pb and Cd heavy metal contamination was detected. The antioxidant activity assay yielded an IC₅₀ value of 54.63±1.97 ppm, which falls into the strong antioxidant category, although it remained lower than vitamin C (IC₅₀=8.80±1.27 ppm). Conclusion: The karamunting leaf extract has met the quality parameter requirements according to FHI standards and demonstrates significant potential as a source of natural antioxidants. Further research is required for the identification of specific active compounds, quantitative heavy metal analysis using AAS, and in vivo activity testing to confirm its efficacy and safety.
Pendahuluan: Daun karamunting (Melastoma malabathricum L.) merupakan tanaman khas Kalimantan yang secara empiris dimanfaatkan masyarakat lokal sebagai obat tradisional untuk mengatasi diare, disentri, keputihan, sariawan, dan meningkatkan imunitas tubuh. Kandungan senyawa fenolik, flavonoid, dan saponin dalam daun karamunting berpotensi sebagai agen antioksidan alami. Standarisasi simplisia dan ekstrak menjadi prasyarat penting untuk menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi bahan baku obat tradisional secara ilmiah dan terukur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan standarisasi ekstrak etanol 70% daun karamunting melalui uji parameter spesifik dan non-spesifik serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% selama 24 jam. Standarisasi meliputi uji parameter spesifik (organoleptik dan fitokimia) serta parameter non-spesifik (kadar air, susut pengeringan, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kontaminasi logam berat Pb dan Cd, serta kadar sari larut etanol dan air) sesuai dengan standar Farmakope Herbal Indonesia (FHI) Edisi II. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode peredaman radikal DPPH dan dinyatakan sebagai nilai IC₅₀. Hasil: Ekstrak daun karamunting memiliki konsistensi kental, berwarna hijau, berbau khas, dan berasa pahit. Uji fitokimia menunjukkan hasil positif mengandung senyawa fenolik (warna biru kehitaman dengan FeCl₃) dan flavonoid (warna jingga dengan Mg/HCl). Parameter non-spesifik menunjukkan kadar air 15,05±0,36%, susut pengeringan 6,54±0,51%, kadar abu total 3,40±0,31%, kadar abu tidak larut asam 0,79±0,02%, serta kadar sari larut etanol dan air masing-masing 98,52% dan 96,60%. Tidak terdeteksi kontaminasi logam berat Pb dan Cd. Uji aktivitas antioksidan menghasilkan nilai IC₅₀ sebesar 54,63±1,97 ppm, yang termasuk dalam kategori antioksidan kuat, meskipun masih lebih rendah dibandingkan vitamin C (IC₅₀=8,80±1,27 ppm). Kesimpulan: Ekstrak daun karamunting telah memenuhi persyaratan parameter mutu sesuai standar FHI dan menunjukkan potensi yang signifikan sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian lanjutan diperlukan untuk identifikasi senyawa aktif spesifik, uji kuantitatif logam berat dengan AAS, serta uji aktivitas in vivo untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1484 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Haryoto, Ahmad Fauzi , Herda Ariyani , Danang Raharjo , Erlinda Novita Sari; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1848-1856; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1848-1856; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1382 |

