Putri, Yola Desnera dan Fadilla, Shafa Nurul dan Tristiyanti, Deby dan Andriyannto, Adit (2026) Characterization and Stability Test of Mangostin Isolate Clay Mask as Anti-acne Agent / Karakterisasi dan Uji Stabilitas Clay Mask Isolat Mangostin Sebagai Antijerawat. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 3051-3062.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Acne is a common skin disorder affecting adolescents and young adults, characterized by inflammation of the pilosebaceous follicles associated with the proliferation of Propionibacterium acnes (P. acnes). The use of synthetic anti-acne agents may cause adverse effects, making natural products a promising alternative. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of mangostin isolate against P. acnes, formulate it into a clay mask, and assess the antibacterial effectiveness of the resulting preparation. Antibacterial activity was evaluated using the disc diffusion method at mangostin isolate concentrations of 0.275%, 0.55%, and 1.1% (w/v). Clay mask formulations were prepared using a bentonite–kaolin base in four different formulations. The preparations were evaluated for organoleptic properties, pH, homogeneity, viscosity, drying time, spreadability, adhesiveness, and physical stability using the cycling test method. Antibacterial activity of the clay mask formulations was also assessed against P. acnes. The results showed that mangostin isolate at a concentration of 0.275% produced an inhibition zone diameter of 15.10 ± 0.64 mm, indicating strong antibacterial activity. All clay mask formulations met the required physical evaluation criteria and remained stable during the cycling test. Following formulation, antibacterial activity was retained, although the inhibition zone diameter decreased to the moderate category, ranging from 7.00 to 9.18 mm. These findings suggest that mangostin isolate has potential as a natural antibacterial active ingredient in anti-acne clay mask formulations
Jerawat merupakan masalah kulit yang sering dialami oleh remaja dan orang dewasa muda, disebabkan oleh inflamasi folikel pilosebasea akibat proliferasi bakteri Propionibacterium acnes (P. Acnes). Pemanfaatan bahan kimia sintetis untuk pengobatan jerawat dapat memicu efek negatif, sehingga eksplorasi bahan alami sebagai agen antijerawat menjadi pilihan yang prospektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi aktivitas antibakteri dari isolat mangostin terhadap P. acnes, memformulasikannya ke dalam sediaan clay mask, serta mengevaluasi efektivitas antibakteri sediaan yang dihasilkan. Uji Antibakteri ditentukan melalui metode difusi cakram dengan variasi kadar isolat mangostin (0,275%; 0,55% dan 1,1% b/v) . Kemudian, clay mask dibuat menggunakan campuran basis bentonit dan kaolin dalam empat formula berbeda. Karakterisasi sediaan mencakup evaluasi organoleptik, nilai pH, homogenitas, viskositas, waktu mengering , kemampuan penyebaran, daya lekat, serta pengujian stabilitas fisik melalui metode cycling test. Efektivitas antibakteri clay mask dievaluasi terhadap P. acnes dengan pendekatan difusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat mangostin pada konsentrasi 0,275% menghasilkan diameter zona hambat sebesar 15,10 ± 0,64 mm yang termasuk kategori kuat. Seluruh formula clay mask memenuhi persyaratan evaluasi fisik dan tetap stabil selama pengujian cycling test. Setelah diformulasikan, aktivitas antibakteri masih dapat dipertahankan meskipun terjadi penurunan diameter zona hambat menjadi kategori sedang, dengan rentang 7,00–9,18 mm terhadap P. acnes. Berdasarkan hasil tersebut, isolat mangostin berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan clay mask antijerawat karena tetap menunjukkan aktivitas antibakteri setelah proses formulasi.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1470 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Yola Desnera Putri , Shafa Nurul Fadilla , Deby Tristiyanti , Adit Andriyannto; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 3051-3062; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 3051-3062; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1375 |

