UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Formulation and Evaluation of Lemongrass Scented Gel with a Combination of Carrageenan, Xanthan Gum, and HPMC Bases / Formulasi dan Evaluasi Gel Pengharum Serai Wangi dengan Kombinasi Basis Karagenan, Xanthan Gum, dan HPMC

Anggraini, Windi dan Salman, Salman dan Febriani, Yessi dan Indriana, Meutia dan Muzakkir, Muzakkir (2026) Formulation and Evaluation of Lemongrass Scented Gel with a Combination of Carrageenan, Xanthan Gum, and HPMC Bases / Formulasi dan Evaluasi Gel Pengharum Serai Wangi dengan Kombinasi Basis Karagenan, Xanthan Gum, dan HPMC. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 533-540.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Background: Unpleasant odors in bathroom areas are a common hygiene problem that requires practical and environmentally friendly solutions. Citronella oil (Cymbopogon nardus L. Randle) is known to contain active compounds with a distinctive aroma that has potential as a natural fragrance agent. However, an appropriate gel base is needed to maintain the stability and aroma retention of the preparation. Objective: This study aims to formulate and evaluate a bathroom fragrance gel from citronella oil with a combination of carrageenan, xanthan gum, and hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) bases and to determine the concentration of citronella oil that produces the preparation with the best physical stability and aroma retention. Methods: This research was an experimental laboratory study. Citronella oil was formulated into gel preparations with four concentration variations (2.5%; 5%; 7.5%; and 10%) using a combination of carrageenan, xanthan gum, and HPMC bases. Evaluation of the preparations included organoleptic test, syneresis, liquid evaporation, preference test (hedonic), and aroma retention test for 15 days of storage. Data were analyzed statistically with a 95% confidence level. Results: The results showed that all formulas produced gels with good organoleptic characteristics (cloudy white color, characteristic citronella aroma, and semi-solid texture). The formula with 10% citronella oil concentration (F4) showed the best results with the lowest syneresis value (0.62%), the lowest liquid evaporation percentage (21.69%), and the highest remaining gel weight (92.03%). The preference test showed that F4 had the highest average value (4.25) in the like category, and the best aroma retention with a score range of 4.19-4.70 until day 15. Conclusion: The combination of carrageenan, xanthan gum, and HPMC bases can produce physically stable bathroom fragrance gel preparations. The formula with 10% citronella oil concentration (F4) is the best formulation and has the most potential to be developed as a natural bathroom fragrance product.

Latar Belakang: Bau tidak sedap pada area kamar mandi merupakan masalah kebersihan yang sering ditemui dan membutuhkan solusi praktis serta ramah lingkungan. Minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L. Randle) diketahui mengandung senyawa aktif dengan aroma khas yang berpotensi sebagai bahan pengharum alami. Namun, diperlukan basis gel yang tepat untuk mempertahankan stabilitas dan ketahanan aroma sediaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi sediaan gel pengharum kamar mandi dari minyak serai wangi dengan kombinasi basis karagenan, xanthan gum, dan hidroksipropil metilselulosa (HPMC) serta menentukan konsentrasi minyak serai wangi yang menghasilkan sediaan dengan stabilitas fisik dan ketahanan aroma terbaik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Minyak serai wangi diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan empat variasi konsentrasi (2,5%; 5%; 7,5%; dan 10%) menggunakan kombinasi basis karagenan, xanthan gum, dan HPMC. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, sineresis, penguapan zat cair, uji kesukaan (hedonik), dan uji ketahanan aroma selama 15 hari penyimpanan. Data dianalisis secara statistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan gel dengan karakteristik organoleptis yang baik (warna putih keruh, aroma khas serai wangi, dan tekstur semi padat). Formula dengan konsentrasi minyak serai wangi 10% (F4) menunjukkan hasil terbaik dengan nilai sineresis terendah (0,62%), persentase penguapan zat cair paling rendah (21,69%), dan bobot sisa gel tertinggi (92,03%). Uji kesukaan menunjukkan F4 memiliki nilai rata-rata tertinggi (4,25) dalam kategori suka, serta ketahanan aroma terbaik dengan rentang skor 4,19-4,70 hingga hari ke-15. Kesimpulan: Kombinasi basis karagenan, xanthan gum, dan HPMC dapat menghasilkan sediaan gel pengharum kamar mandi yang stabil secara fisik. Formula dengan konsentrasi minyak serai wangi 10% (F4) merupakan formulasi terbaik dan paling potensial untuk dikembangkan sebagai produk pengharum kamar mandi berbahan alami.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1459 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Windi Anggraini, Salman, Yessi Febriani , Meutia Indriana , Muzakkir; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 533-540; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 533-540; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i1
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1373

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang