UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Phytochemical Effects of Marigold (Tagetes erecta) on Photoaging: A Systematic Review / Efek Fitokimia Bunga Marigold (Tagetes erecta) Terhadap Fotoaging: Tinjauan Literatur Sistematis

Putri, Ni Putu Windi Sukma dan Darwinata, Agus Eka dan Linawati, Ni Made (2026) Phytochemical Effects of Marigold (Tagetes erecta) on Photoaging: A Systematic Review / Efek Fitokimia Bunga Marigold (Tagetes erecta) Terhadap Fotoaging: Tinjauan Literatur Sistematis. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 848-855.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Photoaging is a major contributor to premature skin aging and is primarily caused by chronic exposure to ultraviolet (UV) radiation. UV induced oxidative stress, inflammation, and extracellular matrix degradation result in wrinkles, pigmentation, and loss of skin elasticity. This systematic review aimed to evaluate the phytochemical mechanisms of Tagetes erecta and assess its potential clinical relevance in preventing photoaging. A systematic literature search was conducted in PubMed, Science Direct, and Europe PMC for studies published between 2016 and 2026, following PRISMA 2020 guidelines. Studies were included if they investigated Tagetes erecta or phytochemical compounds known to be present in Tagetes erecta (e.g., lutein, zeaxanthin, flavonoids, phenolic acids) in UV-induced photoaging models. The findings indicate that Tagetes erecta contains bioactive compounds that reduce reactive oxygen species (ROS), enhance endogenous antioxidant defenses, suppress matrix metalloproteinase (MMP) expression, and preserve collagen integrity. Clinical studies evaluating carotenoids and related phytochemicals also found in Tagetes erecta reported improvements in minimal erythema dose, skin elasticity, hydration, pigmentation, and wrinkle appearance. Notably, only one study directly investigated Tagetes erecta in the context of photoaging, however, the available evidence is still limited and insufficient to establish strong clinical conclusions. Therefore, current clinical evidence remains largely indirect. Overall, Tagetes erecta represents a promising phytochemical source with strong mechanistic support, although further well-designed clinical studies are required.

Fotoaging merupakan salah satu penyebab utama penuaan kulit dini yang terutama disebabkan oleh paparan kronis radiasi ultraviolet (UV). Stres oksidatif akibat UV, inflamasi, serta degradasi matriks ekstraseluler menyebabkan munculnya keriput, hiperpigmentasi, dan penurunan elastisitas kulit. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi mekanisme fitokimia dari Tagetes erecta serta menilai relevansi klinisnya dalam mencegah fotoaging. Pencarian literatur sistematis dilakukan pada basis data PubMed, Science Direct, dan Europe PMC untuk publikasi tahun 2016 hingga 2026 dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Studi yang diikutsertakan adalah penelitian yang mengevaluasi Tagetes erecta atau senyawa fitokimia yang diketahui terkandung di dalamnya (seperti lutein, zeaxanthin, flavonoid, dan asam fenolat) pada model photoaging akibat paparan UV. Hasil menunjukkan bahwa Tagetes erecta mengandung senyawa bioaktif yang mampu menurunkan Reactive Oxygen Species (ROS), meningkatkan sistem antioksidan endogen, menghambat ekspresi Matrix Metalloproteinase (MMP), serta menjaga integritas kolagen. Studi klinis yang mengevaluasi karotenoid dan fitokimia terkait yang juga terdapat dalam Tagetes erecta melaporkan perbaikan pada dosis eritema minimal, elastisitas kulit, hidrasi, pigmentasi, serta tampilan keriput. Namun demikian, hanya satu penelitian yang secara langsung mengevaluasi Tagetes erecta dalam konteks photoaging, sehingga bukti yang tersedia masih terbatas dan belum cukup kuat untuk menarik kesimpulan klinis yang definitif. Oleh karena itu, bukti klinis saat ini masih bersifat tidak langsung. Secara keseluruhan, Tagetes erecta merupakan sumber fitokimia yang menjanjikan dengan dukungan mekanistik yang kuat, namun masih diperlukan penelitian klinis yang lebih lanjut dan terkontrol dengan baik.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1442 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Ni Putu Windi Sukma Putri, Agus Eka Darwinata, Ni Made Linawati; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 848-855; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 848-855; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i1
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1367

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang