UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Anti-Acne Activity of Jamblang Seed (Syzygium cumini L. Skeels) Ethanol Extract in Emulgel Preparation / Aktivitas Anti Jerawat Ekstrak Etanol Biji Jamblang (Syzygium cumini L. Skeels) dalam Sediaan Emulgel

Misrahanum, Misrahanum dan Rezeki, Rena Novita dan Maysarah, Hilda (2026) Anti-Acne Activity of Jamblang Seed (Syzygium cumini L. Skeels) Ethanol Extract in Emulgel Preparation / Aktivitas Anti Jerawat Ekstrak Etanol Biji Jamblang (Syzygium cumini L. Skeels) dalam Sediaan Emulgel. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2206-2214.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Jamblang (Syzygium cumini L. Skeels) contains antibacterial compounds and can be formulated into an emulgel form. This study aimed to determine the optimal concentration of ethanolic extract from jamblang seeds, develop emulgel formulations, and evaluate their antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis. The extraction was performed using 96% ethanol through maceration, followed by phytochemical screening and antibacterial testing using the well diffusion method. Phytochemical screening indicated the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids. Antibacterial testing of jamblang seed extract against S. aureus and S. epidermidis at various concentrations demonstrated significant inhibition. The emulgel formulations were prepared using jamblang seed extract at concentrations of 5%, 10%, and 15%, with 3% HPMC as the gelling agent. The emulgel exhibited strong antibacterial activity, with the largest inhibition zones observed in the 15% formulation (F3), measuring 21.44 ± 0.21 mm against S. aureus and 19.02 ± 0.60 mm against S. epidermidis. Stability tests showed that the organoleptic properties and homogeneity remained stable. The pH, viscosity, adhesion, and spreadability tests met the criteria for quality preparations, and irritation tests showed no adverse skin reactions. Analysis of variance (ANOVA), followed by Tukey's post-hoc test, indicated significant differences (p < 0.05) in antibacterial activity among all emulgel formulations. In conclusion, Formula F3 (15% extract) showed the best antibacterial activity and met all physical evaluation parameters, confirming that the jamblang seed emulgel is a high-quality and safe formulation. A paired t-test showed all parameters were statistically significant (p > 0.05).

Jamblang (Syzygium cumini L. Skeels) mengandung senyawa antibakteri dan dapat diformulasikan dalam bentuk emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimal ekstrak etanol dari biji jamblang, mengembangkan formulasi emulgel, serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Ekstraksi dilakukan menggunakan etanol 96% melalui metode maserasi, dilanjutkan dengan penapisan fitokimia dan pengujian antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Penapisan fitokimia menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Formulasi emulgel dikembangkan menggunakan ekstrak biji jamblang dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, dengan penyesuaian HPMC sebesar 3% sebagai agen gelling. Emulgel menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat, dengan zona hambat terbesar pada formulasi emulgel (F3) 15% yang menghasilkan 21,44 ± 0,21 mm terhadap S. aureus dan 19,02 ± 0,6 mm terhadap S. epidermidis. Uji stabilitas menunjukkan bahwa sifat organoleptik dan homogenitas sediaan tetap stabil. Pengujian pH, viskositas, daya lekat, dan daya sebar memenuhi kriteria sediaan bermutu, serta uji iritasi menunjukkan tidak adanya reaksi merugikan pada kulit. Hasil uji ANOVA dilanjutkan dengan post hoc Tukey menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0.05) pada aktivitas antibakteri antara semua formula emulgel. Kesimpulannya, Formula F3 (ekstrak 15%) menunjukkan aktivitas antibakteri terbaik dan memenuhi semua parameter evaluasi fisik, sehingga memastikan bahwa emulgel biji jamblang merupakan formulasi yang bermutu dan aman. Hasil uji t-test berpasangan menunjukkan bahwa semua parameter berbeda secara signifikan (p > 0.05).

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1436 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Misrahanum Misrahanum , Rena Novita Rezeki , Hilda Maysarah ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2206-2214; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2206-2214; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1366

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang