UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Formulation of a Cream Containing Robusta Coffee Bean Extract (Coffea canephora L.) and Its Challenge in Inhibiting Staphylococcus aureus: A Study for Diabetic Wound Therapy Potential / Formulasi Krim yang Mengandung Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora L.) dan Tantangannya dalam Menghambat Staphylococcus aureus: Studi Potensi Terapi Luka pada Penderita Diabetes

Andari, Putri dan Sembiring, Novitaria Br dan Ginting, Astriani Natalia Br (2026) Formulation of a Cream Containing Robusta Coffee Bean Extract (Coffea canephora L.) and Its Challenge in Inhibiting Staphylococcus aureus: A Study for Diabetic Wound Therapy Potential / Formulasi Krim yang Mengandung Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora L.) dan Tantangannya dalam Menghambat Staphylococcus aureus: Studi Potensi Terapi Luka pada Penderita Diabetes. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 515-532.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder that can cause wounds that are difficult to heal and susceptible to bacterial infection, especially Staphylococcus aureus. This study aims to formulate an antibacterial cream preparation containing robust coffee bean extract (Coffea canephora L.) and evaluate its activity against Staphylococcus aureus. The extract was obtained through maceration with 96% ethanol with a crude yield of 30% and an extract yield of 14.05%. Phytochemical screening showed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, phenols, saponins, and terpenoids. Antibacterial testing of the extract showed inhibitory activity against Staphylococcus aureus at concentrations of 30% (7.73–8.44 mm) and 50% (8.52–13.16 mm). The extract was then formulated into creams with varying concentrations of 0%, 30%, and 50%. All formulations met the physical parameters, except for the cream that did not contain the extract, which showed a pH higher than the ideal range for topical application and showed a decrease in spreadability with increasing extract concentration. However, testing the antibacterial activity of the cream preparations using the disk diffusion method did not produce an inhibition zone in any of the formulations tested. The results of this study indicate that although Robusta coffee bean extract shows activity in vitro, it has not been successfully applied in cream formulations with the existing bases and testing methods. These findings highlight the major challenges in developing natural topical preparations, particularly regarding the selection of formulation bases and appropriate evaluation methods for semisolid preparations.

Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolik kronis yang dapat menyebabkan luka sulit sembuh dan rentan terinfeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan memformulasikan sediaan krim antibakteri berbahan ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora L.) serta mengevaluasi aktivitasnya terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 96% dengan rendemen simplisia 30% dan rendemen ekstrak 14,05%. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, fenol, saponin dan terpenoid. Pengujian antibakteri ekstrak menunjukkan adanya aktivitas penghambatan terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 30% (7,73–8,44 mm) dan 50% (8,52–13,16 mm). Selanjutnya, ekstrak tersebut diformulasikan ke dalam krim dengan variasi konsentrasi 0%, 30%, dan 50%. Semua formulasi memenuhi parameter fisik, kecuali krim yang tidak mengandung ekstrak, yang menunjukkan pH lebih tinggi dari rentang ideal untuk aplikasi topikal dan pada uji daya sebar menunjukkan penurunan dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Meskipun demikian, pengujian aktivitas antibakteri sediaan krim menggunakan metode difusi cakram tidak menghasilkan zona hambat pada semua formulasi yang diuji. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun ekstrak biji kopi robusta menunjukkan aktivitas dalam kondisi in vitro, hal itu belum berhasil diterapkan dalam formulasi krim dengan basis dan metode pengujian yang ada. Temuan ini menyoroti tantangan besar dalam pengembangan sediaan topikal berbahan alami, terutama terkait dengan pemilihan basis formulasi dan metode evaluasi yang tepat untuk sediaan semisolid.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1425 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Putri Andari, Novitaria Br Sembiring, Astriani Natalia Br Ginting; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 515-532; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 515-532; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i1
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1364

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang