UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Profile of Oral Hygiene Index–Simplified (OHI‑S) and Salivary Interleukin‑1β Levels as Inflammatory Biomarkers in Patients with Gingivitis / Profil Oral Hygiene Index–Simplified (OHI‑S) dan Kadar Interleukin‑1β Saliva sebagai Biomarker Inflamasi pada Pasien dengan Gingivitis

Bobby, Bobby dan Suharti, Netti dan Kasuma, Nila (2026) Profile of Oral Hygiene Index–Simplified (OHI‑S) and Salivary Interleukin‑1β Levels as Inflammatory Biomarkers in Patients with Gingivitis / Profil Oral Hygiene Index–Simplified (OHI‑S) dan Kadar Interleukin‑1β Saliva sebagai Biomarker Inflamasi pada Pasien dengan Gingivitis. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1024-1032.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Introduction: Gingivitis represents the initial stage of periodontal disease, primarily induced by dental plaque accumulation and characterized by gingival inflammation. Salivary interleukin-1β (IL-1β) has emerged as a key inflammatory biomarker in periodontal pathology. However, studies specifically examining the association between oral hygiene status and salivary IL-1β levels in adolescents with gingivitis remain limited in the Indonesian population. Objective: This study aimed to describe the Oral Hygiene Index–Simplified (OHI‑S) profile and salivary IL‑1β levels, and to analyze their correlation in adolescent patients with gingivitis. Methods: A cross‑sectional study was conducted involving 36 gingivitis patients aged 15–18 years in Padang City, selected through purposive sampling. Oral hygiene status was assessed using OHI‑S, while unstimulated whole saliva was collected to measure IL‑1β levels via enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Data were analyzed using univariate and bivariate approaches; Pearson correlation test was applied to evaluate the relationship between OHI‑S and IL‑1β with a significance level set at p<0.05. Results: The mean age of respondents was 15.97±1.03 years, with the majority categorized as middle adolescence (15 years). Only 8.3% of subjects demonstrated good OHI‑S, whereas 66.7% were classified as fair and 25% as poor, indicating substantial plaque and calculus accumulation. A moderate, positive, and statistically significant correlation was observed between OHI‑S scores and salivary IL‑1β levels (r=0.536; p=0.001), suggesting that poorer oral hygiene corresponds to elevated gingival inflammatory activity reflected by increased IL‑1β. Conclusion: Predominantly fair‑to‑poor oral hygiene among adolescents with gingivitis is significantly associated with elevated salivary IL‑1β levels. Salivary IL‑1β demonstrates potential as a non‑invasive inflammatory biomarker that can be integrated with OHI‑S for comprehensive assessment of gingival inflammatory status and for developing targeted preventive strategies against periodontal disease progression in adolescent populations.

Pendahuluan: Gingivitis merupakan tahap awal penyakit periodontal yang disebabkan oleh akumulasi plak dan ditandai dengan inflamasi gingiva, dengan interleukin‑1β (IL‑1β) saliva berperan sebagai biomarker inflamasi kunci. Namun, studi yang secara spesifik mengkaji hubungan antara status kebersihan mulut dan kadar IL‑1β saliva pada remaja dengan gingivitis masih terbatas di populasi Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil Oral Hygiene Index–Simplified (OHI‑S) dan kadar IL‑1β saliva, serta menganalisis hubungan keduanya pada pasien gingivitis remaja. Metode: Studi potong lintang dilakukan pada 36 pasien gingivitis usia 15–18 tahun di Kota Padang yang dipilih secara purposive. Status kebersihan mulut dinilai menggunakan OHI‑S, sedangkan kadar IL‑1β saliva diukur dari saliva tidak terstimulasi dengan metode ELISA. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Rerata usia responden adalah 15,97±1,03 tahun, dengan mayoritas termasuk remaja pertengahan (15 tahun). Hanya 8,3% subjek memiliki OHI‑S baik, sedangkan 66,7% berada pada kategori sedang dan 25% buruk, menunjukkan akumulasi plak dan kalkulus yang signifikan. Terdapat korelasi positif sedang dan bermakna antara skor OHI‑S dan kadar IL‑1β saliva (r=0,536; p=0,001), yang mengindikasikan bahwa semakin buruk kebersihan mulut, semakin tinggi aktivitas inflamasi gingiva yang tercermin dari peningkatan IL‑1β. Kesimpulan: Kebersihan mulut kategori sedang–buruk pada remaja dengan gingivitis berhubungan signifikan dengan peningkatan kadar IL‑1β saliva. IL‑1β saliva berpotensi sebagai biomarker inflamasi non‑invasif yang dapat dikombinasikan dengan OHI‑S untuk penilaian komprehensif status inflamasi gingiva serta perencanaan strategi pencegahan progresi penyakit periodontal pada populasi remaja.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1420 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Bobby, Netti Suharti , Nila Kasuma ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 1024-1032; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 1024-1032; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i1
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1360

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang