Aulia, Fathimah Asri Fadhilah dan Nugraheni, Sri Achadi dan Pradigdo, Siti Fatimah dan Nisa, Muflihatun (2026) Scoping Review: Factors Contributing to the Success of Community-Based Interventions in Improving Animal Protein Intake among Children Aged 6–23 Months (Studies in Low-Income and Middle-Income Countries) / Tinjauan Cakupan: Faktor-faktor yang Berkontribusi pada Keberhasilan Intervensi Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Asupan Protein Hewani pada Anak Usia 6–23 Bulan (Studi di Negara Berpendapatan Rendah dan Menengah). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1393-1404.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Purpose: The intake of animal protein among children aged 6–23 months in low-income and middle-income countries remains far below WHO recommendations. This scoping review aims to map community health worker–based interventions in improving animal protein intake during complementary feeding. Methods: Through a systematic search of the Scopus, PubMed, and EBSCOhost databases, 12 studies from various low-income and middle-income countries were analyzed using the Joanna Briggs Institute appraisal tool. Twelve studies from Africa, Asia, and Latin America met the inclusion criteria. All studies reported improvements in maternal knowledge related to animal-source protein (ranging from 19% to 37%) and positive changes in complementary feeding practices, including increased consumption of animal-source foods and improved dietary diversity. Several studies also demonstrated favorable impacts on child nutritional status, with reductions in stunting of up to 8.1%. Five main intervention strategies were identified: face-to-face nutrition education, community-based behavior change communication, home visits, combined lipid-based supplementation, and practical learning approaches. Ten enabling factors were consistently reported, particularly adequate CHW training, strong health system support, high CHW motivation, family involvement, and availability of local animal-source foods. Conversely, nine major barriers were identified, most notably household economic constraints, which were reported across all studies. Conclusion: Community-based interventions led by community health workers are effective in improving animal-source protein intake and complementary feeding practices among children under two years of age in LMICs. Program success depends on the interaction between well-trained and supported CHWs, enabling household and community environments, and broader socioeconomic conditions. Addressing structural barriers, especially household economic limitations, is essential to sustain and scale up effective interventions.
Tujuan: Asupan protein hewani pada anak usia 6–23 bulan di negara berpenghasilan rendah dan menengah masih jauh di bawah rekomendasi WHO. Tinjauan cakupan ini bertujuan untuk memetakan intervensi berbasis petugas kesehatan masyarakat dalam meningkatkan asupan protein hewani selama pemberian makanan pendamping. Metode: Melalui pencarian sistematis di basis data Scopus, PubMed, dan EBSCOhost, 12 studi dari berbagai negara berpenghasilan rendah dan menengah dianalisis menggunakan alat penilaian Joanna Briggs Institute. Hasil: Seluruh studi melaporkan peningkatan pengetahuan ibu terkait protein hewani (berkisar antara 19%–37%) serta perubahan positif dalam praktik pemberian makanan pendamping, termasuk peningkatan konsumsi makanan sumber hewani dan keragaman pangan. Beberapa studi juga menunjukkan dampak yang menguntungkan terhadap status gizi anak, dengan penurunan prevalensi stunting hingga 8,1%. Lima strategi intervensi utama diidentifikasi, yaitu pendidikan gizi tatap muka, komunikasi perubahan perilaku berbasis masyarakat, kunjungan rumah, suplementasi berbasis lipid secara kombinasi, dan pendekatan pembelajaran praktis. Sepuluh faktor pendukung dilaporkan secara konsisten, terutama pelatihan petugas kesehatan masyarakat yang memadai, dukungan sistem kesehatan yang kuat, motivasi kader yang tinggi, keterlibatan keluarga, serta ketersediaan makanan sumber hewani lokal. Sebaliknya, sembilan hambatan utama juga diidentifikasi, dengan kendala ekonomi rumah tangga sebagai hambatan paling dominan dan ditemukan pada seluruh studi. Kesimpulan: Intervensi berbasis komunitas yang dipimpin oleh petugas kesehatan masyarakat efektif dalam meningkatkan asupan protein hewani dan praktik pemberian makanan pendamping pada anak di bawah usia dua tahun di negara berpendapatan rendah dan menengah. Keberhasilan program bergantung pada interaksi antara petugas kesehatan masyarakat yang terlatih dan didukung dengan baik, lingkungan rumah tangga dan komunitas yang mendukung, serta kondisi sosial ekonomi yang lebih luas. Upaya untuk mengatasi hambatan struktural, khususnya keterbatasan ekonomi rumah tangga, sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas implementasi intervensi yang efektif.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1399 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Fathimah Asri Fadhilah Aulia , Sri Achadi Nugraheni , Siti Fatimah Pradigdo; Muflihatun Nisa ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1393-1404; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1393-1404; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1353 |

