UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Antifungal Effectiveness of a Combination of Bajakah (Uncaria acida) and Bandotan (Ageratum conyzoides) Extracts in Mice with Onychomycosis Infected by Trichophyton rubrum / Efektivitas Antijamur Kombinasi Ekstrak Bajakah (Uncaria acida) dan Bandotan (Ageratum conyzoides) pada Mencit dengan Onikomikosis yang Terinfeksi Trichophyton rubrum

Najhah, Nor Rezqiyatun dan Rohmadi, Mukhlis dan Indahsari, Lilin Ika Nur (2026) Antifungal Effectiveness of a Combination of Bajakah (Uncaria acida) and Bandotan (Ageratum conyzoides) Extracts in Mice with Onychomycosis Infected by Trichophyton rubrum / Efektivitas Antijamur Kombinasi Ekstrak Bajakah (Uncaria acida) dan Bandotan (Ageratum conyzoides) pada Mencit dengan Onikomikosis yang Terinfeksi Trichophyton rubrum. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 635-643.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Onychomycosis is a fungal infection of the nail predominantly caused by Trichophyton rubrum and requires safer alternative therapies compared to synthetic antifungal agents. The combination of plant extracts may produce synergistic effects through interactions among bioactive compounds with complementary antifungal mechanisms. This study aimed to evaluate the effectiveness of a combined extract of Bajakah root (Uncaria acida) and Bandotan leaf (Ageratum conyzoides) as a topical therapy in T. rubrum–induced Balb/c mice. The selection of this combination was based on the presence of flavonoids, tannins, alkaloids, terpenoids, and saponins in both plants, which are theoretically associated with antifungal activity. Extracts were obtained by 96% ethanol maceration and formulated into ointments at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%. Clinical parameters observed included periungual swelling, lesion diameter, nail discoloration, and nail brittleness. Phytochemical analysis confirmed the presence of major bioactive secondary metabolites in both extracts. The results demonstrated clinical improvement in all treatment groups, with the most pronounced effects observed at concentrations of 75–100%. Kruskal–Wallis analysis revealed significant differences among treatments (p < 0.05) for all parameters, which were further confirmed by Dunn’s post hoc test. Overall, the combined extracts of U. acida and A. conyzoides effectively reduced the severity of T. rubrum–induced onychomycosis and show potential as a natural antifungal candidate derived from local plant resources.

Onikomikosis merupakan infeksi jamur pada kuku yang umumnya disebabkan oleh Trichophyton rubrum dan memerlukan alternatif terapi yang lebih aman dibandingkan antijamur sintetis. Kombinasi ekstrak tanaman berpotensi menghasilkan efek sinergis melalui interaksi berbagai senyawa bioaktif dengan mekanisme antijamur yang saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kombinasi ekstrak akar Bajakah (Uncaria acida) dan daun Bandotan (Ageratum conyzoides) sebagai terapi topikal pada mencit Balb/c yang diinduksi infeksi T. rubrum. Pemilihan kombinasi didasarkan pada kandungan flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid, dan saponin dari kedua tanaman yang secara teoritis berkontribusi terhadap aktivitas antijamur. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 96% dan diformulasikan dalam bentuk salep dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Parameter klinis yang diamati meliputi pembengkakan periungual, diameter lesi, perubahan warna kuku, dan kerapuhan kuku. Analisis fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung senyawa bioaktif utama yang berperan dalam aktivitas antijamur. Hasil pengamatan klinis menunjukkan perbaikan pada seluruh kelompok perlakuan, dengan efek paling nyata pada konsentrasi 75–100%. Uji Kruskal–Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antarperlakuan (p < 0,05) pada seluruh parameter, yang dikonfirmasi dengan uji post hoc Dunn. Secara keseluruhan, kombinasi ekstrak Bajakah dan Bandotan menunjukkan efektivitas dalam menurunkan keparahan onikomikosis akibat T. rubrum dan berpotensi dikembangkan sebagai kandidat antijamur alami berbasis bahan lokal.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1392 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Nor Rezqiyatun Najhah, Mukhlis Rohmadi, Lilin Ika Nur Indahsari ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 635-643; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 635-643; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i1
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1350

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang