Jannah, Mifthahul dan Nurlaili, Nurlaili dan Harsachatri, Deasy Ovi dan Novia, Novia dan Larasati, Julia Veronika dan Arfan, Alya Rahmaditya dan Pangestika, Yuliandini dan Habibi, Alif Rahman dan Agustien, Anthoni (2026) Potention Antimicrobial of Infusa Extract from Pedada Leave (Sonneratia caseolaris L) Mandeh, West Sumatera / Potensi Antimikroba Ekstrak Infus Daun Pedada (Sonneratia caseolaris L) Mandeh, Sumatera Barat. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 354-359.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
The increasing emergence of antibiotic-resistant bacteria poses a serious global health threat, highlighting the need for alternative antimicrobial sources derived from natural products. Pedada mangrove (Sonneratia caseolaris L.), widely distributed in the coastal area of Mandeh, West Sumatra, has been traditionally used as a medicinal plant. This study aimed to evaluate the antimicrobial potential of leaf infusion extracts of Sonneratia caseolaris and to determine the effect of heating time variation on antimicrobial activity. Leaf infusion extracts were prepared using boiling water with heating durations of 10, 15, and 30 minutes. Antimicrobial activity was assessed against Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Candida albicans using the disc diffusion method. The results showed that all infusion extracts exhibited antimicrobial activity with varying inhibition levels. The optimal heating time was 10 minutes, resulting in inhibition zone diameters of 10.5 mm against E. coli, 10 mm against S. aureus, and 10 mm against C. albicans. These findings indicate that Sonneratia caseolaris leaf infusion extract has potential as a natural antimicrobial agent, with shorter heating time being more effective in preserving antimicrobial activity.
Meningkatnya resistensi antibiotik merupakan ancaman serius bagi kesehatan global dan mendorong pencarian sumber antimikroba alternatif dari bahan alam. Mangrove pedada (Sonneratia caseolaris L.) yang banyak ditemukan di kawasan pesisir Mandeh, Sumatera Barat, secara tradisional dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antimikroba ekstrak infus daun Sonneratia caseolaris serta pengaruh variasi waktu pemanasan terhadap aktivitasnya. Ekstrak infus daun dibuat menggunakan pelarut air mendidih dengan variasi waktu pemanasan 10, 15, dan 30 menit. Aktivitas antimikroba diuji terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ekstrak infus memiliki aktivitas antimikroba dengan tingkat daya hambat yang bervariasi. Waktu pemanasan 10 menit menghasilkan aktivitas antimikroba tertinggi dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 10,5 mm terhadap E. coli, 10 mm terhadap S. aureus, dan 10 mm terhadap C. albicans. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak infus daun Sonneratia caseolaris berpotensi sebagai sumber antimikroba alami, dengan waktu pemanasan optimal selama 10 menit.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1385 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Mifthahul Jannah, Nurlaili , Deasy Ovi Harsachatri , Novia, Julia Veronika Larasati , Alya, Rahmaditya Arfan , Yuliandini Pangestika , Alif Rahman Habibi , Anthoni Agustien ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 354-359; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 354-359; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i1 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1346 |

