Sandika, Febri dan Idami, Zahratul dan Idris, Muhammad (2026) Analysis of Pork DNA (Sus scrofa domesticus) Contamination in Processed Beef and Chicken Meatball Products in Tuntungan, North Sumatra / Analisis Kontaminasi DNA Babi (Sus scrofa domesticus) Pada Produk Olahan Bakso Sapi Dan Ayam di Tuntungan, Sumatera Utara. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 77-87.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: Meatballs are a popular processed meat product in Indonesia. High consumption of meatballs is accompanied by increasing public concern, especially among Muslims, regarding the halal aspect of the product. The potential contamination of pork DNA (Sus scrofa domesticus) in beef and chicken meatballs is a critical issue, whether due to unintentional cross-contamination or adulteration. Tuntungan area, North Sumatra, with its diverse demographic and trading characteristics, is an important location to assess the level of contamination. Objective: This study aimed to detect the presence of pork DNA (Sus scrofa domesticus) contamination in processed beef and chicken meatball products traded in the Tuntungan area, North Sumatra. Methods: Four meatball samples (three chicken meatballs and one beef meatball) were collected from street vendors and meatball stalls at different locations. DNA detection was performed molecularly using the Real-Time Polymerase Chain Reaction (qPCR) method with the *Genechecker UF-300* instrument. The procedure began with sample preparation, DNA extraction using the Genolution tool, master mix preparation, and analysis using the PCR Gen Checker chip. Result validation was based on the Cycle threshold (Ct) value in the target channel (FAM for pork DNA) and the internal control channel (ROX). Results: The analysis results of all four samples showed a FAM Ct value of 0 (not detected), indicating no amplification of specific pork target DNA. Meanwhile, the ROX Ct value (internal control) in all samples was detected in the range of 19.41–20.50, proving that the DNA extraction and amplification process ran optimally without inhibition. The positive control showed valid amplification signals, and the negative control showed no contamination. Conclusion: Based on the molecular detection results, it can be concluded that all tested beef and chicken meatball samples from the Tuntungan area were not contaminated with pork DNA (Sus scrofa domesticus). This finding indicates that traders in the area have applied good processing practices and separated raw materials, so the meatballs sold meet the halal aspect in terms of ingredient authenticity.
Latar Belakang: Bakso merupakan produk olahan daging yang populer di Indonesia. Tingginya konsumsi bakso diiringi dengan meningkatnya perhatian masyarakat, terutama umat Muslim, terhadap aspek kehalalan produk. Potensi kontaminasi DNA babi (Sus scrofa domesticus) pada bakso sapi dan ayam menjadi isu kritis, baik akibat ketidaksengajaan (kontaminasi silang) maupun pemalsuan. Wilayah Tuntungan, Sumatera Utara, dengan karakteristik demografi dan perdagangan yang beragam, menjadi lokasi yang penting untuk dikaji tingkat kontaminasinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan kontaminasi DNA babi (Sus scrofa domesticus) pada produk bakso sapi dan ayam yang diperdagangkan di wilayah Tuntungan, Sumatera Utara. Metode: Sebanyak empat sampel bakso (tiga bakso ayam dan satu bakso sapi) diambil dari pedagang kaki lima dan warung bakso di lokasi berbeda. Deteksi DNA dilakukan secara molekuler dengan metode Real-Time Polymerase Chain Reaction (qPCR) menggunakan alat *Genechecker UF-300*. Prosedur diawali dengan preparasi sampel, ekstraksi DNA dengan alat Genolution, preparasi master mix, dan analisis menggunakan chip PCR Gen Checker. Validasi hasil didasarkan pada nilai Cycle threshold (Ct) pada kanal target (FAM untuk DNA babi) dan kanal kontrol internal (ROX). Hasil: Hasil analisis keempat sampel menunjukkan nilai Ct FAM sebesar 0 (tidak terdeteksi), yang mengindikasikan tidak adanya amplifikasi DNA target spesifik babi. Sementara itu, nilai Ct ROX (kontrol internal) pada semua sampel terdeteksi dalam rentang 19,41–20,50, membuktikan bahwa proses ekstraksi dan amplifikasi DNA berjalan optimal tanpa hambatan. Kontrol positif memberikan sinyal amplifikasi yang valid, dan kontrol negatif tidak menunjukkan kontaminasi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil deteksi molekuler, dapat disimpulkan bahwa semua sampel bakso sapi dan ayam yang diuji dari wilayah Tuntungan tidak terkontaminasi oleh DNA babi (Sus scrofa domesticus). Temuan ini menunjukkan bahwa pedagang di wilayah tersebut telah menerapkan praktik pengolahan yang baik, memisahkan bahan baku, sehingga produk bakso yang dijual memenuhi aspek kehalalan dari sisi autentikasi bahan.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1374 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Febri Sandika, Zahratul Idami, Muhammad Idris; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 77-87; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 77-87; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i1 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1342 |

