Putri, Mawar Rahma dan Simanjuntak, Nerly Juli Pranita dan Sembiring, Novitaria Br (2026) Antioxidant Activity Test of Patchouli Leaf Ethanol Extract Lotion (Pogostemon Cablin Benth) Using The DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil) Method / Uji Aktivitas Antioksidan Lotion Ekstrak Etanol Daun Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Dengan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1725-1734.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Introduction: The skin, as the outermost organ of the human body, is continuously exposed to environmental factors, particularly sunlight and free radicals, which can induce oxidative stress leading to skin tissue damage and premature aging. Consequently, topical antioxidants are essential for skin protection. Patchouli leaves (Pogostemon cablin Benth.) are known to contain flavonoid compounds with potential antioxidant properties. Objective: This study aims to evaluate the antioxidant activity of patchouli leaf ethanol extract in lotion formulations using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. Methods: This experimental research involved plant determination, extraction of patchouli leaves using the maceration method with 96% ethanol, phytochemical screening, formulation of lotion preparations with varying extract concentrations (1%, 2%, and 3%), physicochemical evaluation of the lotion formulations (including organoleptic properties, pH, homogeneity, viscosity, and spreadability), and antioxidant activity assessment using the DPPH radical scavenging assay. The antioxidant activity was expressed as IC₅₀ values, calculated through linear regression analysis. Results: Phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids/steroids in the ethanol extract. All lotion formulations demonstrated good physical stability and met the required quality standards for topical preparations, with pH values within the skin-friendly range (4.5-6.5), homogeneous texture, appropriate viscosity (2,000-50,000 cps), and adequate spreadability (5-7 cm). The ethanol extract of patchouli leaves exhibited very strong antioxidant activity with an IC₅₀ value of 0.011 µg/mL, while the formulated lotion maintained considerable antioxidant potential with an IC₅₀ value of 19.11 µg/mL. Conclusion: The ethanol extract of patchouli leaves possesses significant antioxidant activity and can be successfully formulated into a stable lotion preparation that retains its radical-scavenging properties. These findings suggest that patchouli leaf extract holds promising potential for development as a natural antioxidant active ingredient in topical cosmetic products, offering a viable alternative to synthetic antioxidants for skin protection against oxidative stress.
Pendahuluan: Kulit sebagai organ terluar tubuh manusia terus-menerus terpapar faktor lingkungan, terutama sinar matahari dan radikal bebas, yang dapat menginduksi stres oksidatif menyebabkan kerusakan jaringan kulit dan penuaan dini. Oleh karena itu, antioksidan topikal sangat diperlukan untuk perlindungan kulit. Daun nilam (Pogostemon cablin Benth.) diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun nilam dalam sediaan lotion menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Metode: Penelitian eksperimental ini meliputi determinasi tanaman, ekstraksi daun nilam dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, skrining fitokimia, formulasi sediaan lotion dengan variasi konsentrasi ekstrak (1%, 2%, dan 3%), evaluasi fisikokimia sediaan lotion (meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, viskositas, dan daya sebar), serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal DPPH. Aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai nilai IC₅₀ yang dihitung melalui analisis regresi linier. Hasil: Skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid/steroid dalam ekstrak etanol. Seluruh formula lotion menunjukkan stabilitas fisik yang baik dan memenuhi standar mutu sediaan topikal, dengan nilai pH dalam rentang aman bagi kulit (4,5-6,5), tekstur homogen, viskositas yang sesuai (2.000-50.000 cps), dan daya sebar yang memadai (5-7 cm). Ekstrak etanol daun nilam menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 0,011 µg/mL, sedangkan sediaan lotion mempertahankan potensi antioksidan yang cukup besar dengan nilai IC₅₀ sebesar 19,11 µg/mL. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun nilam memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan dan dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion yang stabil dengan tetap mempertahankan sifat peredaman radikalnya. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun nilam berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif antioksidan alami dalam produk kosmetik topikal, menawarkan alternatif yang menjanjikan untuk menggantikan antioksidan sintetik dalam perlindungan kulit terhadap stres oksidatif.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1350 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Mawar Rahma Putri , Nerly Juli Pranita Simanjuntak , Novitaria Br Sembiring ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1725-1734; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1725-1734; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1334 |

