Daulay, Anna miroh dan Rasyidah, Rasyidah (2026) Formulation and Effectiveness Test of Spiny Amaranth (Amaranthus spinosus L.) Extract as Antibacterial Cream Against Cutibacterium acnes and Staphylococcus aureus Bacteria / Formulasi dan Uji Efektivitas Ekstrak Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) Sebagai Krim Antibakteri Terhadap Bakteri Cutibkterium acnes dan Staphylococcus aureus. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 107-114.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Acne vulgaris is a common skin problem in adolescents that often causes stress, anxiety, and decreased self confidence. Spiny Amaranth (Amaranthus spinosus L.) has antibacterial potential, but its effectiveness against Cutibacterium acnes has not been fully explored. This study aims to develop a cream formulation of Spiny Amaranth leaf ethanol extract and test its antibacterial effectiveness against Cutibacterium acnes and Staphylococcus aureus. The research method includes extraction of Spiny Amaranth leaves, cream preparation, and antibacterial activity test using the disc diffusion method. The results showed that the antibacterial cream of Spiny Amaranth leaf extract has good effectiveness against the growth of Cutibacterium acnes and Staphylococcus aureus, with an increasing inhibition zone along with the increase in extract concentration, namely 18.5 mm at 25% concentration and 27.9 mm at 50% concentration for Cutibacterium acnes, and 16.0 mm at 25% concentration and 23.3 mm at 50% concentration for Staphylococcus aureus. The characteristics of the cream that are suitable for the skin and the stable emulsion type make this cream ideal for skin application. The results of this study indicate that the antibacterial cream of Spiny Amaranth leaf extract can be used as an effective alternative natural antibacterial treatment.
Jerawat merupakan masalah kulit umum pada remaja yang sering menimbulkan stres, kecemasan, dan penurunan kepercayaan diri. Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) memiliki potensi antibakteri, namun efektivitasnya terhadap Cutibacterium acnes belum sepenuhnya dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi krim ekstrak etanol daun Bayam Duri dan menguji efektivitas antibakterinya terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian meliputi ekstraksi daun Bayam Duri, pembuatan krim, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim antibakteri ekstrak daun Bayam Duri memiliki efektivitas yang baik terhadap pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus, dengan zona hambat yang meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu 18,5 mm pada konsentrasi 25% dan 27,9 mm pada konsentrasi 50% untuk Cutibacterium acnes, serta 16,0 mm pada konsentrasi 25% dan 23,3 mm pada konsentrasi 50% untuk Staphylococcus aureus. Karakteristik krim yang sesuai dengan kulit dan tipe emulsi yang stabil membuat krim ini ideal untuk aplikasi kulit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa krim antibakteri ekstrak daun Bayam Duri dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan antibakteri alami yang efektif.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1332 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Anna Miroh Daulay , Rasyidah; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 107-114; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 107-114; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i1 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1329 |

