Qur’ani, Hifdzil dan Nisa, Nasywa Khoirun dan Pratama, Pramudya dan Kasasiah, Ahsanal dan Malau, Jekmal (2026) The Integrating Precision Genomic Strategies and Islamic Ethical Perspectives in Stunting Prevention: Focus on the Growth Hormone-IGF-1 Pathway / Integrasi Strategi Genomik Presisi dan Perspektif Etika Islam dalam Pencegahan Stunting: Fokus pada Jalur Hormon Pertumbuhan–IGF-1. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1132-1144.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Stunting remains one of the major chronic nutritional problems in Indonesia. The national prevalence of stunting has decreased from 37.2% in 2013 to 19.8% in 2024; however, this figure is still above the World Health Organization threshold (<20%) and has not yet reached the national target of 14%. The interaction of nutritional, environmental, and genetic factors influences stunting. Genetic variations within the Growth Hormone–Insulin-like Growth Factor One pathway play a significant role in regulating linear growth in children; disruptions in this pathway can increase vulnerability to stunting. In addition, the majority of Indonesia's population adheres to Islam, making religious values a strategic potential for strengthening health interventions. This review article examines the integration of scientific approaches, focusing on genetics and Islamic values, in stunting prevention by highlighting polymorphisms in the IGF1, IGF1R, and GHR genes and their relevance to the principles of maqāsid al-sharī‘ah, particularly hifz al-nasl (protection of lineage). The analysis is conducted using a descriptive-analytical approach based on recent scientific literature and Islamic references, including the Qur’an, prophetic traditions, and scholarly exegesis. The findings indicate a strong alignment between scientific approaches and Islamic teachings, including the importance of adequate nutrition during pregnancy, exclusive breastfeeding, consumption of lawful, nutritious food, genetic screening efforts consistent with the values of divine decree, and vitamin D supplementation to support Insulin-like Growth Factor One levels. This integration has the potential to enhance community acceptance of stunting-prevention programs, strengthen moral and spiritual motivation, and support the achievement of national stunting-reduction targets. Thus, an approach that combines precise genomics and Islamic values may serve as a contextual and sustainable strategy in shaping a generation that is healthy, intelligent, and spiritually resilient.
Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi kronis utama di Indonesia. Prevalensi stunting nasional telah menurun dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 19,8% pada tahun 2024; namun angka ini masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan oleh World Health Organization (<20%) dan belum mencapai target nasional sebesar 14%. Stunting dipengaruhi oleh interaksi antara faktor gizi, lingkungan, dan faktor genetik. Variasi genetik pada jalur hormonal Growth Hormone–Insulin-like Growth Factor One berperan penting dalam pengaturan pertumbuhan linier pada anak; dalam praktiknya, gangguan pada jalur ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap stunting. Selain itu, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, sehingga nilai-nilai keagamaan memiliki potensi strategis untuk memperkuat intervensi kesehatan. Artikel tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji integrasi pendekatan ilmiah yang berfokus pada aspek genetik dan nilai-nilai Islam dalam pencegahan stunting, dengan menyoroti polimorfisme gen IGF1, IGF1R, dan GHR serta keterkaitannya dengan prinsip maqāsid al-sharī‘ah, khususnya hifz al-nasl (perlindungan keturunan). Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis berdasarkan literatur ilmiah terkini dan sumber-sumber keislaman, termasuk Al-Qur’an, hadis Nabi, dan tafsir para ulama. Hasil kajian menunjukkan adanya keselarasan yang kuat antara pendekatan ilmiah dan ajaran Islam, seperti pentingnya kecukupan gizi selama kehamilan, pemberian ASI eksklusif, konsumsi makanan yang halal dan bergizi, upaya skrining genetik yang tetap selaras dengan nilai takdir ilahi, serta suplementasi vitamin D untuk mendukung kadar Insulin-like Growth Factor One. Integrasi ini berpotensi meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap program pencegahan stunting, memperkuat motivasi moral dan spiritual, serta mendukung pencapaian target nasional penurunan stunting. Dengan demikian, pendekatan yang mengombinasikan genomik presisi dan nilai-nilai Islam dapat menjadi strategi yang kontekstual dan berkelanjutan untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh secara spiritual.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1320 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Hifdzil Qur’ani , Nasywa Khoirun Nisa , Pramudya Pratama , Ahsanal Kasasiah , Jekmal Malau; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1132-1144; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1132-1144; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1323 |

