UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Analysis of Bioactive Compound Content and Antioxidant Activity of Black Rice (Oryza sativa L. indica) and Mung Bean (Vigna radiata L.) / Analisis Kadar Senyawa Bioaktif dan Aktivitas Antioksidan Beras Hitam (Oryza sativa L. indica) dan Kacang Hijau (Vigna radiata L.)

Putri, Imelda Afriana dan Guntarti, Any dan Yuliani, Sapto dan Nurkhasanah, Nurkhasanah (2026) Analysis of Bioactive Compound Content and Antioxidant Activity of Black Rice (Oryza sativa L. indica) and Mung Bean (Vigna radiata L.) / Analisis Kadar Senyawa Bioaktif dan Aktivitas Antioksidan Beras Hitam (Oryza sativa L. indica) dan Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1957-1969.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Introduction: Excessive free radicals can induce oxidative stress and contribute to the pathogenesis of various degenerative diseases, necessitating the availability of effective antioxidants. Black rice (Oryza sativa L. indica) and mung bean (Vigna radiata L.) are recognized as rich sources of bioactive compounds with prospective antioxidant properties. Objective: This study aimed to analyze the bioactive compound content and antioxidant activity of black rice and mung bean extracts. Methods: Extraction was performed using maceration with 80% ethanol containing 3% citric acid for black rice and 70% ethanol for mung bean. Total anthocyanin and total polyphenol contents were determined in black rice extract, while total polyphenol and total flavonoid contents were analyzed in mung bean extract. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) radical scavenging assay. Results: Black rice extract exhibited total anthocyanin content of 0.802 ± 0.009 mg/g and total polyphenol content of 7.798 ± 0.178 mg GAE/g. Mung bean extract demonstrated total polyphenol content of 15.113 ± 0.396 mg GAE/g and total flavonoid content of 11.052 ± 0.243 mg QE/g. The DPPH assay revealed IC₅₀ values of 3.252 ± 0.269 ppm for vitamin C, 76.692 ± 2.250 ppm for black rice extract, and 102.130 ± 2.268 ppm for mung bean extract. Conclusion: Black rice extract exhibited superior antioxidant activity compared to mung bean extract, as indicated by its lower IC₅₀ value. Both extracts demonstrated moderate to strong antioxidant potential, suggesting their promising application as natural antioxidant sources for functional food development.

Pendahuluan: Radikal bebas berlebih dapat memicu stres oksidatif dan berkontribusi pada patogenesis berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan antioksidan yang efektif. Beras hitam (Oryza sativa L. indica) dan kacang hijau (Vigna radiata L.) dikenal sebagai sumber senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis kadar senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan ekstrak beras hitam dan kacang hijau. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 80% yang mengandung asam sitrat 3% untuk beras hitam dan etanol 70% untuk kacang hijau. Kadar antosianin total dan polifenol total ditentukan pada ekstrak beras hitam, sedangkan kadar polifenol total dan flavonoid total dianalisis pada ekstrak kacang hijau. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil: Ekstrak beras hitam mengandung antosianin total 0,802 ± 0,009 mg/g dan polifenol total 7,798 ± 0,178 mg GAE/g. Ekstrak kacang hijau menunjukkan kadar polifenol total 15,113 ± 0,396 mg GAE/g dan flavonoid total 11,052 ± 0,243 mg QE/g. Uji DPPH menghasilkan nilai IC₅₀ vitamin C sebesar 3,252 ± 0,269 ppm, ekstrak beras hitam 76,692 ± 2,250 ppm, dan ekstrak kacang hijau 102,130 ± 2,268 ppm. Kesimpulan: Ekstrak beras hitam menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak kacang hijau, yang ditunjukkan oleh nilai IC₅₀ yang lebih rendah. Kedua ekstrak memiliki potensi antioksidan sedang hingga kuat, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami untuk pangan fungsional.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1312 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Imelda Afriana Putri, Any Guntarti , Sapto Yuliani, Nurkhasanah; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1957-1969; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1957-1969; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1322

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang