Pora, Yohana Laura Silfia dan Yuliani, Sapto dan Aznam, Nurfina dan Mulyaningsih, Sri (2026) Antioxidant Activity and Acute Toxicity Test of the Combination of Kebiul Seed Extract (Caesalpinia Bonduc (L.) Roxb) and Bajakah Jie Xue Teng (Spatholobus Suberectus Dunn) and Capsule Formulation / Uji Aktivitas Antioksidan Dan Toksisitas Akut Kombinasi Ekstrak Biji Kebiul (Caesalpinia Bonduc (L.) Roxb) Dan Bajakah Jie Xue Teng (Spatholobus Suberectus Dunn) Serta Formulasi Kapsul. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1684-1696.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Introduction: Oxidative stress plays a major role in the pathogenesis of various degenerative diseases, necessitating effective and safe sources of natural antioxidants. The plants kebiul (Caesalpinia bonduc (L.) Roxb.) and bajakah jie xue teng (Spatholobus suberectus Dunn) are known to possess antioxidant potential; however, the activity of their combination has not been extensively reported. Objective: This study aimed to evaluate the antioxidant activity, acute toxicity, and capsule formulation of a combination of 70% ethanol extracts of kebiul seeds and bajakah jie xue teng. Methods: Extraction was performed by maceration using 70% ethanol. Total phenolic content was determined using the Folin–Ciocalteu method, while antioxidant activity was assayed using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) radical scavenging method. Extract combinations at ratios of 1:1, 1:3, and 3:1 were tested to obtain the lowest IC₅₀ value. An acute toxicity test was conducted on female Swiss mice following the OECD 423 (Acute Toxic Class) guideline at doses of 300 and 2000 mg/kg body weight. The combination with the best antioxidant activity was then formulated into capsules and evaluated for physical quality. Results: The total phenolic content of bajakah jie xue teng extract (47.499 mg GAE/g) was higher than that of kebiul seed extract (16.554 mg GAE/g). The antioxidant activity of kebiul seed extract and bajakah jie xue teng extract showed IC₅₀ values of 125.271 ppm and 86.036 ppm, respectively. The extract combination at a 1:3 ratio exhibited the best antioxidant activity with an IC₅₀ value of 36.434 ppm, which was superior to the 1:1 (78.371 ppm) and 3:1 (52.889 ppm) ratios. The acute toxicity test revealed no signs of toxicity or mortality up to a dose of 2000 mg/kg BW, classifying the combination as Category 5 (unclassified) with an estimated LD₅₀ > 2000 mg/kg BW. The capsule formulation met the physical quality requirements, with granule moisture content of 6.13%, an angle of repose of 24°, weight uniformity within the specified limits, and a disintegration time of 11 minutes and 12 seconds. Conclusion: The combination of kebiul seed and bajakah jie xue teng extracts at a 1:3 ratio demonstrated higher antioxidant activity than the single extracts, exhibited a very low acute toxicity profile, and was successfully formulated into capsules with good physical quality. This combination holds promise for development as an effective and safe natural antioxidant source.
Pendahuluan: Stres oksidatif merupakan faktor utama dalam patogenesis berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan sumber antioksidan alami yang efektif dan aman. Tanaman kebiul (Caesalpinia bonduc (L.) Roxb.) dan bajakah jie xue teng (Spatholobus suberectus Dunn) diketahui memiliki potensi antioksidan, namun aktivitas kombinasi keduanya belum banyak dilaporkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan, toksisitas akut, serta formulasi sediaan kapsul dari kombinasi ekstrak etanol 70% biji kebiul dan bajakah jie xue teng. Metode: Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan etanol 70%. Kadar fenolik total ditentukan dengan metode Folin–Ciocalteu, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode peredaman radikal DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Kombinasi ekstrak dengan rasio 1:1, 1:3, dan 3:1 diuji untuk memperoleh nilai IC₅₀ terendah. Uji toksisitas akut dilakukan pada mencit betina galur Swiss menurut pedoman OECD 423 (Acute Toxic Class) pada dosis 300 dan 2000 mg/kg BB. Kombinasi dengan aktivitas antioksidan terbaik selanjutnya diformulasikan menjadi sediaan kapsul dan dievaluasi mutu fisiknya. Hasil: Kadar fenolik total ekstrak bajakah jie xue teng (47,499 mg GAE/g) lebih tinggi dibandingkan ekstrak biji kebiul (16,554 mg GAE/g). Aktivitas antioksidan ekstrak tunggal biji kebiul dan bajakah jie xue teng berturut-turut menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 125,271 ppm dan 86,036 ppm. Kombinasi ekstrak dengan rasio 1:3 memberikan aktivitas antioksidan terbaik (IC₅₀ = 36,434 ppm) yang lebih baik dibandingkan rasio 1:1 (78,371 ppm) dan 3:1 (52,889 ppm). Uji toksisitas akut menunjukkan tidak ada gejala toksik maupun mortalitas hingga dosis 2000 mg/kg BB, sehingga kombinasi ini termasuk dalam kategori 5 (unclassified) dengan perkiraan LD₅₀ > 2000 mg/kg BB. Sediaan kapsul memenuhi persyaratan mutu fisik dengan kadar lembap granul 6,13%, sudut diam 24°, keseragaman bobot yang memenuhi standar, serta waktu hancur 11 menit 12 detik. Kesimpulan: Kombinasi ekstrak biji kebiul dan bajakah jie xue teng rasio 1:3 menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak tunggal, memiliki profil toksisitas akut yang sangat rendah, dan berhasil diformulasikan menjadi sediaan kapsul dengan mutu fisik yang baik. Kombinasi ini berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang efektif dan aman.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1306 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Yohana Laura Silfia Pora, Sapto Yuliani , Nurfina Aznam , Sri Mulyaningsih ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1684-1696; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1684-1696; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1320 |

