Ayunita, Fidiya dan Hidayatullah, Muhammad Haqqi (2026) Analysis of Curcumin Levels in Herbal Medicine of Turmeric Tamarind Using Spectrophotometer visible / Analisis Kadar Kurkumin Pada Jamu Kunyit Asam Dengan Metode Spektrofotometri Visibel. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 39-49.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
The rhizome of turmeric (Curcuma longa L.) contains curcumin as the principal bioactive compound responsible for its diverse pharmacological activities. Therefore, the analysis of curcumin content is essential for the quality control of herbal medicines. This study aimed to determine the curcumin content in five turmeric herbal medicine samples obtained from herbal vendors in the Kartasura area. Thin-layer chromatography (TLC) was employed for qualitative identification, while visible spectrophotometry was used for quantitative analysis. Samples were selected using purposive sampling and extracted with chloroform, followed by evaporation using a water bath and reconstitution in 96% ethanol. Quantitative analysis was performed by measuring curcumin content on days 1, 2, and 3 of storage to evaluate content stability. Qualitative TLC analysis was conducted using silica gel 60 F254 as the stationary phase and a mobile phase consisting of ethanol, glacial acetic acid, and chloroform (94:5:1, v/v/v). The TLC results confirmed the presence of three curcuminoid compounds curcumin, demethoxycurcumin, and bisdemethoxycurcumin with consistent Rf values observed under UV light at 254 nm and 366 nm. Quantitative analysis using visible spectrophotometry showed significant differences in curcumin content among samples (p < 0.001) based on one-way ANOVA. Method validation demonstrated excellent linearity (R² = 0.9995), acceptable accuracy (mean recovery of 109.67%), good precision (RSD of 1.80%), and sensitivity with LOD and LOQ values of 0.128 ppm and 0.388 ppm, respectively. These findings indicate that the validated spectrophotometric method is suitable for determining curcumin content in turmeric-based herbal medicines. Variations in curcumin levels among samples may be attributed to differences in raw material quality and manufacturing processes.
Rimpang kunyit (Curcuma longa L.) mengandung kurkumin sebagai senyawa bioaktif utama yang bertanggung jawab terhadap berbagai aktivitas farmakologis. Oleh karena itu, analisis kadar kurkumin menjadi aspek penting dalam pengendalian mutu sediaan obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kurkumin pada lima sampel obat herbal kunyit yang diperoleh dari penjual obat tradisional di wilayah Kartasura. Metode kromatografi lapis tipis (KLT) digunakan untuk identifikasi kualitatif, sedangkan spektrofotometri sinar tampak digunakan untuk analisis kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Seluruh sampel diekstraksi menggunakan pelarut kloroform, kemudian diuapkan dengan penangas air dan dilarutkan kembali dalam etanol 96%. Analisis kuantitatif dilakukan dengan mengukur kadar kurkumin pada hari ke-1, ke-2, dan ke-3 penyimpanan untuk mengevaluasi perubahan kadar. Analisis kualitatif KLT dilakukan menggunakan fase diam silika gel 60 F254 dan fase gerak campuran etanol, asam asetat glasial, dan kloroform (94:5:1, v/v/v). Hasil analisis KLT menunjukkan bahwa seluruh sampel mengandung tiga komponen kurkuminoid, yaitu kurkumin, demetoksikurkumin, dan bisdemetoksikurkumin, dengan nilai Rf yang konsisten pada pengamatan di bawah sinar UV 254 nm dan 366 nm. Analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri sinar tampak menunjukkan adanya perbedaan kadar kurkumin yang signifikan antar sampel (p < 0,001) berdasarkan uji ANOVA satu arah. Hasil validasi metode menunjukkan linearitas yang sangat baik (R² = 0,9995), akurasi yang memenuhi persyaratan (rerata persen perolehan kembali sebesar 109,67%), presisi yang baik (RSD 1,80%), serta sensitivitas yang memadai dengan nilai LOD dan LOQ masing-masing sebesar 0,128 ppm dan 0,388 ppm. Berdasarkan hasil tersebut, metode spektrofotometri sinar tampak tervalidasi dan layak digunakan untuk penetapan kadar kurkumin dalam sediaan obat herbal berbasis kunyit. Perbedaan kadar kurkumin antar sampel diduga dipengaruhi oleh variasi mutu bahan baku dan proses produksi obat herbal.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1279 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Fidiya Ayunita, Muhammad Haqqi Hidayatullah; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 39-49; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 39-49; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i1 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1306 |

