Asmaq, Nur dan Nasution, Rahmad Hidayat (2025) Identification of Staphylococcus aureus Contamination in Beef at Binjai City Market / Identifikasi Kontaminasi Bakteri Staphylococcus aureus pada Daging Sapi di Pasar Kota Binjai. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2872-2878.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Livestock products are generally very easily contaminated by bacteria because they contain high nutritional value, especially protein. This study aimed to identify Staphylococcus aureus contamination in beef samples taken from traders at Tavip Market and Kebun Lada Market in Binjai City. The study used 13 beef samples collected through a random sampling method. Each sample weighed 100 grams and was taken with sterile equipment, then transported in a cool box at a low temperature of approximately ±4°C. Other materials used included Buffer Peptone Water (BPW), Baird Parker Agar (BPA), and Coagulase Rabbit Plasma (CRP), which are specific media for S. aureus. Total Counting of S. aureus Bacterial Colonies Using the Total Plate Count (TPC) Method. The results showed that all 13 samples tested positive for S. aureus contamination, exceeding the Indonesian National Standard limit of 10² CFU/g, with the highest colony count reaching 2.9 × 10⁴ CFU/g. This indicates that the level of S. aureus bacterial contamination exceeds the Indonesian National Standard (SNI) limit, necessitating improved sanitation and hygiene in the market. Consumers are advised to thoroughly cook meat before consumption.
Produk peternakan umumnya sangat mudah terkontaminasi bakteri karena mengandung nilai gizi yang tinggi terutama protein. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus sampel daging sapi yang diambil dari pedagang di Pasar Tavip dan Pasar Kebun Lada Kota Binjai. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 13 sampel daging sapi yang diambil dengan metode random sampling. Masing-masing berat sampel yang digunakan sebanyak 100 gram dan diambil dengan peralatan yang steril, diangkut menggunakan coolbox dan suhu rendah ±4oC. Bahan-bahan lainnya yang digunakan adalah Buffer Peptone Water (BPW), Baird Parker Agar (BPA), Coagulase Rabbit Plasma (CRP) media spesifik bakteri S. aureus. Penghitungan Total Koloni Bakteri S. aureus menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 sampel uji positif terkontaminasi bakteri S. aureus, lebih tinggi dari Standar Nasional Indonesia yang sudah ditetapkan yaitu 102 CFU/g dengan jumlah koloni tertinggi sebanyak 2.9 x 104 CFU/g. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kontaminasi bakteri S. aureus melebihi batas SNI sehingga perlu meningkatkan sanitasi dan higiene di pasar. Konsumen disarankan untuk mengolah daging secara matang sebelum dikonsumsi.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1240 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Nur Asmaq , Rahmad Hidayat Nasution ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2872-2878; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2872-2878; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1287 |

