UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Analysis of Factors Related to Wasting Incidence in Children Aged 6-24 Months / Analisis Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Wasting Pada Bayi 6-24 Bulan

Utami, Febi Aidha dan Fanaetu, Emnalia dan Ndruru, Usniar dan Sitio, Dormianti dan Amarliana, Dea dan Nababan, Tiarnida (2025) Analysis of Factors Related to Wasting Incidence in Children Aged 6-24 Months / Analisis Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Wasting Pada Bayi 6-24 Bulan. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2988-2997.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Background: Wasting, a form of acute malnutrition characterized by low weight-for-height, remains a critical public health problem in Indonesia. This condition increases the risk of child mortality and reflects short-term nutritional deficiencies. The prevalence of wasting in Indonesia continues to exceed the World Health Organization (WHO) threshold, underscoring the need for targeted interventions. Objective: This study aimed to analyze factors associated with wasting among children aged 6–24 months. Methods: A cross-sectional study was conducted at the UPT Puskesmas Bestari, Medan. The sample comprised 35 children aged 6–24 months selected using total sampling. Data were collected through interviews, nutritional status assessment (weight-for-height), and questionnaires. Data analysis included univariate analysis, bivariate analysis (Chi-square test), and multivariate analysis (logistic regression). Results: The prevalence of wasting was 71.4% (25 of 35 children). Bivariate analysis showed significant associations between wasting and inadequate dietary intake (p = 0.004), low maternal knowledge (p = 0.000), and low household income (p = 0.004). No significant associations were found between wasting and child sex (p = 0.421) or family size (p = 0.134). Multivariate analysis identified low maternal knowledge as the most dominant factor associated with wasting. Conclusion: Wasting among children aged 6–24 months is significantly influenced by inadequate dietary intake, low maternal knowledge, and low household income. Comprehensive interventions focusing on maternal nutrition education, strengthening household food security, and improving family economic capacity are essential to prevent wasting in this vulnerable age group.

Latar Belakang: Wasting, suatu bentuk malnutrisi akut yang ditandai dengan berat badan rendah menurut tinggi badan, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang kritis di Indonesia. Kondisi ini meningkatkan risiko kematian anak dan mengindikasikan kekurangan gizi jangka pendek. Prevalensi wasting di Indonesia masih melebihi ambang batas WHO, sehingga memerlukan intervensi yang tepat sasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian wasting pada anak usia 6–24 bulan. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan di UPT Puskesmas Bestari, Medan. Sampel terdiri dari 35 anak usia 6–24 bulan yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, penilaian status gizi (berat badan menurut tinggi badan), dan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Penelitian menemukan prevalensi wasting sebesar 71,4% (25 dari 35 anak). Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara wasting dengan asupan makanan tidak adekuat (p=0,004), pengetahuan ibu rendah (p=0,000), dan pendapatan keluarga rendah (p=0,004). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara wasting dengan jenis kelamin anak (p=0,421) maupun jumlah anggota keluarga (p=0,134). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan ibu yang rendah merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kejadian wasting. Kesimpulan: Kejadian wasting pada anak usia 6–24 bulan dipengaruhi secara signifikan oleh asupan makanan tidak adekuat, pengetahuan ibu yang rendah, dan pendapatan keluarga yang rendah. Intervensi komprehensif yang berfokus pada edukasi gizi ibu, peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, dan penguatan kapasitas ekonomi keluarga sangat penting untuk mencegah wasting pada kelompok usia rentan ini.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1217 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Febi Aidha Utami, Emnalia Fanaetu, Usniar Ndruru, Dormianti Sitio, Dea Amarliana, Tiarnida Nababan; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2988-2997; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2988-2997; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1283

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang