Husni, M. Irgisyach Aqilla dan Simat, Marcelina Oktavia Mayang Sari dan Suhartomi, Suhartomi dan Hendrianto, Hendrianto dan Syarifah, Siti dan Putri, Maulinda dan Widyawati, Tri (2025) Evaluation of Tea Bag Formulation from a Combination of Sweet Orange Peel (Citrus sinensis L.) and Fig (Ficus carica L.) as an Antibacterial Agent Against Staphylococcus aureus / Evaluasi Formulasi Teh Celup dari Kombinasi Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis L.) dan Buah Ara (Ficus carica L.) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2951-2962.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
The development of natural-based antibacterial agents is essential to reduce dependency on antibiotics and the risk of resistance. Sweet orange peel and fig fruit contain bioactive compounds with potential antibacterial effects. This study aimed to develop tea bag formulations made from sweet orange peel with the addition of fig fruit as an additive and to evaluate their in vitro antibacterial activity against Staphylococcus aureus. This experimental study employed two approaches, including disc diffusion and microdilution on several combination formulations of sweet orange peel and fig tea bags. The formulations consisted of F1 (1 g sweet orange peel and 1 g fig), F2 (1.5 g sweet orange peel and 0.5 g fig), and F3 (1.75 g sweet orange peel and 0.25 g fig). The disc diffusion assay showed that all formulations exhibited weak antibacterial activity against Staphylococcus aureus, producing inhibition zones of approximately 6–7 mm, except for F3 infusion, which demonstrated the widest inhibition zone with a mean diameter of about 8.21 mm (P-Value = 0.688). In the microdilution test, the MIC of F3 infusion was found to be 40 mg/mL, while the MBC was not detected at the tested concentrations. Overall, it can be concluded that the infusion of the tea bag formulation containing 1.75 g sweet orange peel and 0.25 g fig was the most promising combination; however, its antibacterial activity remained weak and was bacteriostatic rather than bactericidal.
Pengembangan agen antibakteri berbahan alam menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik dan risiko resistensi. Kulit jeruk manis dan buah ara mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi teh celup kulit jeruk dengan penambahan buah ara sebagai aditif serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya secara in vitro terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian eksperimental ini menggunakan pendekatan in vitro dengan dua metode berbeda yaitu difusi cakram dan mikrodilusi pada beberapa formulasi teh celup kombinasi kulit jeruk manis dan buah ara. Formulasi teh celup terdiri dari F1 (1gram kulit jeruk manis dan 1 gram buah ara), F2 (1.5 gram kulit jeruk manis dan 0.5gram buah ara), dan F3 (1.75gram kulit jeruk dan 0.25 gram buah ara). Uji difusi cakram menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki aktivitas antibakteri lemah terhadap Staphylococcus aureus, dengan zona hambat berkisar 6–7 mm, kecuali F3 infusa yang menghasilkan zona hambat terbesar dengan rerarata diameter zona hambat sekitar 8.21mm (Nilai P = 0.688). Pada uji mikrodilusi, F3 infusa didapati nilai MIC sebesar 40 mg/mL, sedangkan MKC tidak ditemukan pada konsentrasi uji. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa infusa teh celup dengan formulasi 1.75gram kulit jeruk manis dan 0.25 gram buah ara merupakan kombinasi paling potensial, namun aktivitas antibakterinya tetap lemah dan bersifat bakteriostatik, bukan bakteriosida.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1205 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 M. Irgisyach Aqilla Husni, Marcelina Oktavia Mayang Sari Simat, Suhartomi, Hendrianto, Siti Syarifah, Maulinda Putri, Tri Widyawati; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2951-2962; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2951-2962; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1279 |

