UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

The Effect of Posyandu Basic Skills Training on Knowledge: A Quasi-Experimental Study on Health Workers at the Medan City Health Office in 2024 / Pengaruh Pelatihan Keterampilan Dasar Posyandu Terhadap Pengetahuan : Studi Quasi Eksperimen pada Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Medan Tahun 2024

Kartini, Endang dan Wandra, Toni dan Hutajulu, Johansen dan Nababan, Donal dan Tarigan, Frida Lina (2025) The Effect of Posyandu Basic Skills Training on Knowledge: A Quasi-Experimental Study on Health Workers at the Medan City Health Office in 2024 / Pengaruh Pelatihan Keterampilan Dasar Posyandu Terhadap Pengetahuan : Studi Quasi Eksperimen pada Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Medan Tahun 2024. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2879-2890.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

The role of health workers as supporters and trainers in improving performance, providing motivation for Posyandu cadres to always be involved in all Posyandu activities. The level of knowledge of health workers in assessing basic Posyandu skills will greatly determine the quality of services provided. The formulation of the problem in this study through preliminary research conducted on health workers in 10 health centers in Medan City showed that the average value of their knowledge about Posyandu was 63.5 (target ≥ 70). This study aims to determine the effect of health worker training conducted by the Medan City Health Office. The study was conducted using a quasi-experimental method. The number of research samples was 30 people. The material provided was the latest concept and regulation on the integration of primary services at Posyandu. With interactive lecture training methods, group discussions, role play and field practice. The results showed that the mean pre-test value was 72.52 while the mean post-test value was 92.56, there was an increase in value of 29.81 and after being tested with Wilcoxon the p-value was <0.001. The results show that there is a significant difference in the knowledge of training participants about integrated health posts. Knowledge variables according to age, gender, education, work unit, length of service are not factors that influence the pre-test and post-test scores of health workers. It can be concluded that the training that has been given has increased the knowledge of health workers from the post-test assessment conducted. The results of this study are expected to be a medium for evaluating the implementation of basic competency training for integrated health posts for health workers so that the next training period can provide better results.

Peran tenaga kesehatan sebagai penunjang dan pelatih dalam meningkatkan kinerja, memberikan motivasi kader posyandu agar selalu terlibat dalam semua kegiatan posyandu. Tingkat pengetahuan tenaga kesehatan dalam memberikan penilaian kecakapan keterampilan dasar posyandu akan sangat menentukan kualitas layanan yang diberikan. Rumusan masalah dalam penelitian ini melalui penelitian pendahuluan yang dilakukan pada tenaga kesehatan di 10 puskesmas di Kota Medan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahun mereka tentang posyandu yaitu sebesar 63,5 (target ≥ 70). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan tenaga kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Medan. Penelitian dilakukan dengan metode quasi eksperimental. Jumlah sampel penelitian adalah sebesar 30 orang. Materi yang diberikan adalah konsep dan regulasi terbaru tentang integrasi layanan primer diposyandu. Dengan metode pelatihan ceramah interaktif, diskusi kelompok, bermain peran atau role play dan praktek lapangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai mean pre-test adalah sebesar 72.52 sedangkan nilai mean post-test adalah sebesar 92.56, terjadi peningkatan nilai sebesar 29.81 dan setelah diuji dengan wilcoxon nilai p-value adalah <0.001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap pengetahuan peserta pelatihan tentang posyandu. Variabel pengetahuan menurut umur, jenis kelamin, pendidikan, unit kerja, lama bekerja tidak menjadi faktor yang berpengaruh terhadap nilai pre-test dan post-test tenaga kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang telah diberikan meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dari penilaian post-test yang dilakukan. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa menjadi media evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan kompetensi dasar posyandu pada tenaga kesehatan sehingga pelatihan periode berikutnya bisa memberikan hasil yang lebih baik.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1201 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Endang Kartini, Toni Wandra, Johansen Hutajulu, Donal Nababan, Frida Lina Tarigan; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2879-2890; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2879-2890; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1275

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang