UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Review Article: Comparison of TLC, HPLC, and UV-VIS Spectrophotometry Methods for the Detection and Quantification of Parabens in Cosmetics / Artikel Tinjauan: Perbandingan Metode KLT, KCKT, dan Spektrofotometri UV-VIS untuk Deteksi dan Kuantifikasi Paraben Pada Kosmetik

Widodo, Hanifah Nur dan Mulki, Munir Alinu dan Ramadhani, Biandra Cinta dan Ramadani, Salsabila (2026) Review Article: Comparison of TLC, HPLC, and UV-VIS Spectrophotometry Methods for the Detection and Quantification of Parabens in Cosmetics / Artikel Tinjauan: Perbandingan Metode KLT, KCKT, dan Spektrofotometri UV-VIS untuk Deteksi dan Kuantifikasi Paraben Pada Kosmetik. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 759-770.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Parabens are widely used preservatives in cosmetic products to inhibit microbial growth; however, excessive exposure has been associated with endocrine disruption and skin irritation. This study reviews and compares analytical methods used for the identification and quantification of parabens in cosmetic products, namely Thin Layer Chromatography (TLC), UV–Vis spectrophotometry, and High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Literature searching was conducted through PubMed and Google Scholar for studies published between 2015 and 2025. Ten articles met the inclusion criteria as original research utilizing one of the three analytical methods. TLC is effective for preliminary qualitative identification based on Rf values but is less suitable for quantitative analysis. UV–Vis spectrophotometry allows rapid determination of paraben levels within a λmax range of 254–258 nm and provides reliable results for relatively simple matrices. HPLC generally demonstrates the highest sensitivity, specificity, and accuracy, commonly employing C18 columns, methanol–aquadest mobile phases, retention times of 3–11 minutes, and high linearity (R² ≥ 0.999). Several studies also reported paraben levels exceeding the safety limits established by BPOM RI, highlighting the importance of chromatographic confirmation in cosmetic surveillance. Therefore, the selection of analytical methods should follow a fit-for-purpose approach based on analytical objectives, matrix complexity, and regulatory requirements to ensure product safety.

Paraben merupakan bahan pengawet yang banyak digunakan dalam produk kosmetik untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme, namun paparan berlebihan dikaitkan dengan gangguan endokrin dan iritasi kulit. Artikel ini meninjau dan membandingkan metode analisis yang digunakan untuk identifikasi dan kuantifikasi paraben dalam produk kosmetik, yaitu Kromatografi Lapis Tipis (KLT/TLC), Spektrofotometri UV-Vis, dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT/HPLC). Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed dan Google Scholar untuk artikel yang dipublikasikan pada tahun 2015–2025. Sebanyak sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi sebagai penelitian asli yang menggunakan salah satu dari ketiga metode tersebut. KLT/TLC efektif sebagai metode identifikasi kualitatif awal berdasarkan nilai Rf, namun kurang sesuai untuk analisis kuantitatif. Spektrofotometri UV-Vis memungkinkan penentuan kadar paraben secara cepat pada rentang λmaks 254–258 nm dan memberikan hasil yang memadai pada matriks yang relatif sederhana. KCKT/HPLC secara umum menunjukkan sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode lainnya, dengan penggunaan kolom C18, fase gerak metanol–aquabidest, waktu retensi 3–11 menit, serta linearitas tinggi (R² ≥ 0,999). Beberapa penelitian juga melaporkan kadar paraben yang melebihi batas aman BPOM RI sehingga diperlukan konfirmasi berbasis kromatografi dalam pengawasan kosmetik. Oleh karena itu, pemilihan metode analisis perlu mengikuti prinsip fit-for-purpose dengan mempertimbangkan tujuan analisis, kompleksitas matriks, serta kebutuhan regulasi untuk menjamin keamanan produk.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1193 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Hanifah Nur Widodo, Munir Alinu Mulki, Biandra Cinta Ramadhani, Salsabila Ramadani; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 759-770; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 759-770; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i1
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1269

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang