UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Identification of Factors Influencing Early Complementary Feeding (MP-ASI) AND Formula Milk Provision For Infants Under 6 Months at Klinik Pratama Evi / Identifikasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian MP-ASI Dini Dan Susu Formula Pada Bayi Sebelum Usia 6 Bulan Di Klinik Pratama Evi

Manullang, Lesdi Citra Lamtama Br dan Putri, Aulivia dan Fikry, Mei Waddah Ayunda dan Giawa, Aniria dan Zai, Lismawarni dan Nababan, Tiarnida (2025) Identification of Factors Influencing Early Complementary Feeding (MP-ASI) AND Formula Milk Provision For Infants Under 6 Months at Klinik Pratama Evi / Identifikasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian MP-ASI Dini Dan Susu Formula Pada Bayi Sebelum Usia 6 Bulan Di Klinik Pratama Evi. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2930-2939.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Background: Infant health is greatly influenced by optimal nutritional intake, particularly through exclusive breastfeeding for the first six months of life. However, the rate of exclusive breastfeeding in Indonesia, especially in North Sumatra and Evi Primary Clinic, is still low. Many mothers provide early complementary feeding and formula milk before the baby is 6 months old, which can increase the risk of health issues in infants. Objective: To identify and analyze the factors affecting early complementary feeding and formula milk use in infants under 6 months of age at Evi Primary Clinic. Method: This study uses a qualitative descriptive design with a phenomenological approach. Sampling was conducted through purposive sampling until data saturation was reached, with a total of 10 informants (mothers of infants under 6 months who provided complementary feeding/formula). Data were collected through in-depth interviews. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldana (2024) model. Results: The analysis revealed three main themes: (1) The perception of insufficient breast milk as the primary trigger for providing complementary food/formula, (2) Socio-cultural pressure and advice from the nuclear and extended family (especially in-laws) that encourage early provision, and (3) The inconsistent dual role of health workers, ranging from those who support exclusive breastfeeding to those who recommend formula milk from the start. Factors such as mothers' low knowledge about exclusive breastfeeding, economic conditions, and mothers returning to work also played a role. Conclusion: The practice of providing early complementary foods and formula milk to infants under six months of age is influenced by a complex interaction of internal and external factors, with maternal perception, culture, and family support as the dominant factors. The implications of this research highlight the need for ongoing education involving families, consistent training for health workers, and supportive policies to enhance breastfeeding practices.

Latar Belakang: Kesehatan bayi sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang optimal, terutama melalui pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Namun, angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara dan Klinik Pratama Evi, masih rendah. Banyak ibu memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dini serta susu formula sebelum bayi berusia 6 bulan, yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada bayi. Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian MP-ASI dini dan susu formula pada bayi sebelum usia 6 bulan di Klinik Pratama Evi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling hingga mencapai titik jenuh data (data saturation), dengan jumlah total 10 informan (ibu dari bayi berusia di bawah 6 bulan yang memberikan MP-ASI/susu formula). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldana (2024). Hasil: Analisis mengungkap tiga tema utama: (1) Persepsi ketidakcukupan ASI sebagai pemicu utama pemberian MP-ASI/susu formula, (2) Tekanan sosio-kultural dan saran dari keluarga inti serta besar (terutama mertua) yang mendorong pemberian dini, dan (3) Peran ganda tenaga kesehatan yang tidak konsisten, dari yang mendukung ASI eksklusif hingga justru merekomendasikan susu formula sejak awal. Faktor pengetahuan ibu yang rendah tentang ASI eksklusif, kondisi ekonomi, dan ibu kembali bekerja juga turut mempengaruhi. Kesimpulan: Praktik pemberian MP-ASI dini dan susu formula pada bayi sebelum usia 6 bulan dipengaruhi oleh interaksi kompleks faktor internal dan eksternal, dengan persepsi ibu, budaya, dan dukungan keluarga sebagai faktor dominan. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya edukasi berkelanjutan yang melibatkan keluarga, pelatihan konsisten untuk tenaga kesehatan, serta kebijakan yang mendukung praktik menyusui.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1170 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Lesdi Citra Lamtama Br Manullang , Aulivia Putri , Mei Waddah Ayunda Fikry , Aniria Giawa, Lismawarni Zai, Tiarnida Nababan; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2930-2939; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2930-2939; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1259

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang