Nauval, Lailatul Azizah Okta dan Wijayatri, Ratna dan Oktaviyani, Tiwi (2026) Identification of Active Compounds in Dadap Serep Leaves (Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr) and Their Potential as Antioxidants / Identifikasi Senyawa Aktif dalam Daun Dadap Serep (Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr) dan Potensinya sebagai Antioksidan. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 60-67.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr, locally known as dadap serep, is a medicinal plant traditionally used to treat various ailments, suggesting the presence of bioactive compounds. Scientific exploration of its phytochemical profile and antioxidant potential, however, remains limited compared to other species in the genus. Objective: This study aimed to (1) identify the bioactive compound groups in the 70% ethanol extract of Erythrina subumbrans leaves through phytochemical screening and Thin Layer Chromatography (TLC), and (2) evaluate its antioxidant activity quantitatively using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) radical scavenging method. Methods: The leaves were extracted via maceration using 70% ethanol. The extract was subjected to standard phytochemical screening tests for flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. Flavonoid profiling was performed using TLC with a quercetin standard. Antioxidant activity was assessed by the DPPH method, with vitamin C as a reference standard, and the IC₅₀ value was determined. Results: Phytochemical screening confirmed the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. TLC analysis indicated the presence of flavonoid compounds, with one major spot showing an Rf value similar to the quercetin standard. The DPPH assay revealed that the extract possesses strong antioxidant activity, with an IC₅₀ value of 49.94 ppm. According to established antioxidant strength criteria, this IC₅₀ value is categorized as very strong.Conclusion: The 70% ethanol extract of Erythrina subumbrans leaves contains diverse bioactive compounds, particularly flavonoids, and exhibits very strong antioxidant activity. These findings scientifically support its traditional use and highlight its potential as a promising source of natural antioxidants for further pharmaceutical or nutraceutical development.
Latar Belakang: Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr yang dikenal sebagai dadap serep merupakan tanaman obat yang secara tradisional digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, mengindikasikan adanya senyawa bioaktif. Namun, eksplorasi ilmiah mengenai profil fitokimia dan potensi antioksidannya masih sangat terbatas dibandingkan spesies lain dalam genus yang sama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi golongan senyawa bioaktif dalam ekstrak etanol 70% daun Erythrina subumbrans melalui skrining fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), serta (2) mengevaluasi aktivitas antioksidannya secara kuantitatif menggunakan metode peredaman radikal DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Metode: Daun diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh diuji dengan skrining fitokimia standar untuk mendeteksi flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Profil flavonoid dianalisis dengan KLT menggunakan standar kuersetin. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH, menggunakan vitamin C sebagai pembanding, dan nilai IC₅₀ ditentukan. Hasil: Skrining fitokimia mengonfirmasi keberadaan flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Analisis KLT menunjukkan adanya senyawa flavonoid, dengan satu bercak utama yang memiliki nilai Rf mendekati standar kuersetin. Uji DPPH menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 49,94 ppm. Berdasarkan kriteria kekuatan antioksidan yang berlaku, nilai IC₅₀ ini tergolong dalam kategori sangat kuat. Kesimpulan: Ekstrak etanol 70% daun Erythrina subumbrans mengandung berbagai senyawa bioaktif, khususnya flavonoid, dan menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Temuan ini mendukung penggunaan tradisionalnya secara ilmiah dan menguatkan potensinya sebagai sumber antioksidan alami yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang farmasi atau nutrasetikal.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1164 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Lailatul Azizah Okta Nauval, Ratna Wijayatri , Tiwi Oktaviyani ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 60-67; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 1 (2026); 60-67; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i1 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1254 |

