Bariyah, Fathatul dan Karuniawati, Hidayah (2025) Evaluation of Adverse Drug Reaction in Pediatric Tuberculosis Patients at The Tegal District Public Health Center / Evaluasi Adverse Drug Reaction pada Pasien Tuberkulosis Anak di Puskesmas Kabupaten Tegal. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2721-2729.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Tuberculosis (TB) is a disease caused by bacteria, namely Mycobacterium tuberculosis (MTB) and needanti-TB drugs (ATD) treatment. The success of ATD therapy is influenced by various factors, including ADRs and their management, which play a role in treatment and retention in care. The frequency and severity of ADRs caused by ATD are always a concern, especially in children. The study aims to determine the prevalence of ADRs, determine the management and outcome of ADR treatment in pediatric TB patients at the Tegal Regency Community Health Center. This study used a cross-sectional design in pediatric TB patients aged 0-18 years. This study showed The most frequent ADRs were gastrointestinal disturbances (16.7%), joint pain (8.3%), peripheral neuropathy (6.7%), and flu-like syndrome (6.7%). The ADR event category is likely to have a percentage of 91% of the overall number of events, followed by the possibility with a percentage of 9% of events. Management strategies, including vitamin B complex supplementation, antacids, multivitamins, probiotics, antipyretics, and topical agents, effectively reduced or eliminated ADRs. The most common ADRs werw gastrointestinal disorders, joint pain and flu syndrome. Management of ADRs related to anti-tuberculosis drugs (ATD) has been successful in reducing or eliminating ADRs. Special attention from healthcare workers should be given to patients at spesific risk groups for ADR management to improve therapy success.
Tuberculosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan bakteri yaitu Mycobacteriun tuberculosis (MTB) dan dalam terapinya diberikan obat anti TB (OAT). Keberhasilan terapi OAT dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk ADR dan manajemennya, yang berperan dalam pengobatan dan retensi dalam perawatan. Frekuensi dan tingkat keparahan ADR yang disebabkan oleh OAT selalu menjadi perhatian, terutama pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi terjadinya ADR, mengetahui penanganan dan outcome penanganan ADR pada pasien TB anak di Puskesmas Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 104 pasien TB anak usis 0-18 tahun. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa ADR yang paling sering terjadi yaitu gangguan saluran cerna (16,7%), nyeri sendi (8,3%), neuropati perifer (6,7%), dan sindrom flu (6,7%). Kejadian ADR kategori probable memiliki persentaser 91% dari angka kejadian secara keseluruhan, kemudian diikuti possible dengan persentase kejadian 9%. Penanganan dengan pemberian vitamin B6, antasida, multivitamin, analgetik, antipiretik, serta terapi topikal terbukti efektif mengurangi atau menghilangkan ADR. ADR yang paling sering terjadi adalah gangguan saluran pencernaan, nyeri sendi dan sindrom flu. Penanganan kejadian ADR OAT berhasil mengurangi hingga menghilangkan terjadinya ADR. Perhatian khusus dari petugas kesehatan harus diberikan kepada pasien dengan kelompok risiko tertentu untuk penanganan ADR agar dapat meningkatkan keberhasilan terapi.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1157 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Fathatul Bariyah, Hidayah Karuniawati ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2721-2729; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2721-2729; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1249 |

