Duyo, Rosita dan Zuska, Fikarwin dan Sitorus, Mido Ester J. dan Ketaren, Otniel dan Manurung, Kesaktian (2025) Risk Factors for Stunting in Toddlers in the Mogang Community Health Center Work Area, Palipi District, Samosir Regency in 2024 / Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mogang Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir Tahun 2024. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2182-2197.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: Based on the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) in Samosir Regency, the prevalence of stunting was 22.4%, with Palipi District recording the highest rate. As of August 2024, the incidence of stunting in Palipi District reached 14.34% (182 toddlers). Although there has been a decline, stunting remains a priority program in Samosir Regency. Objective: This study aims to analyze the risk factors associated with the incidence of stunting among toddlers in the working area of Mogang Public Health Center, Palipi District. Method: This research employed a quantitative design with a cross-sectional approach conducted in the working area of Mogang Public Health Center in 2024. The study sample consisted of 93 mothers with toddlers, selected using accidental sampling techniques. Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (logistic regression) analyses. Results: The bivariate analysis revealed significant relationships between maternal nutritional status (p=0.000), parenting pattern (p=0.000), maternal education level (p=0.000), family income level (p=0.002), and household sanitation conditions (p=0.000) with the incidence of stunting. However, multivariate analysis identified only three dominant and independent variables: maternal education level (p=0.014; Exp(B)=26.410), parenting pattern (p=0.001), and household sanitation condition (p=0.023). Conclusion: Maternal education level, parenting pattern, and household sanitation are proven to be the dominant factors influencing stunting. Mothers with low education levels are 26 times more likely to have stunted children. Preventive efforts should prioritize interventions targeting these three factors through focused health education programs.
Latar Belakang: Berdasarkan hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) Kabupaten Samosir, angka kejadian stunting sebesar 22,4% pada tahun 2023, dengan Kecamatan Palipi sebagai wilayah tertinggi. Hingga Agustus 2024, kejadian stunting di Kecamatan Palipi mencapai 14,34% (182 balita). Meskipun mengalami penurunan, stunting tetap menjadi program prioritas di Kabupaten Samosir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mogang, Kecamatan Palipi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Mogang pada tahun 2024. Sampel penelitian berjumlah 93 orang ibu yang memiliki balita, yang diambil dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi ibu (p=0,000), pola asuh anak (p=0,000), tingkat pendidikan ibu (p=0,000), tingkat pendapatan keluarga (p=0,002), dan kondisi sanitasi rumah (p=0,000) dengan kejadian stunting. Namun, analisis multivariat mengungkap bahwa hanya tiga variabel yang merupakan faktor dominan dan independen, yaitu tingkat pendidikan ibu (p=0,014; Exp(B)=26,410), pola asuh anak (p=0,001), dan kondisi sanitasi rumah (p=0,023). Kesimpulan: Tingkat pendidikan ibu, pola asuh, dan sanitasi rumah terbukti sebagai faktor dominan stunting. Ibu berpendidikan rendah berisiko 26 kali lebih besar memiliki anak stunting. Upaya pencegahan perlu memprioritaskan intervensi pada ketiga faktor ini melalui pendidikan kesehatan yang terfokus.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1109 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Rosita Duyo, Fikarwin Zuska, Mido Ester J. Sitorus , Otniel Ketaren , Kesaktian Manurung ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 2182-2197; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 2182-2197; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1216 |

