Zahniar, Zahniar dan Khairunnisa, Khairunnisa dan Wiryanto, Wiryanto (2025) Analysis of Drug-Related Problems in Prescriptions of Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Hospital “X”, Aceh Province: A Retrospective Cross-Sectional Study / Analisis Masalah Terkait Obat pada Resep Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit “X” Provinsi Aceh : Studi Cross-sectional Retrospektif. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2689-2698.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: The complexity of treatment regimens and the simultaneous use of multiple medications increase the risk of drug-related problems (DRPs), which can affect the effectiveness, safety, and security of patient treatment. Objective: This study aims to explore and identify Drug-Related Problems in the treatment of patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM) at Hospital “X”, Aceh Province, Pidie District, Aceh. Methods: This study is a quantitative descriptive study with a retrospective cross-sectional design of prescriptions for T2DM patients during the period of January-December 2024 at Hospital “X”, Aceh Province. Results: Analysis of 395 T2DM patient prescriptions that met the inclusion criteria identified a total of 1,275 Drug-Related Problems (DRPs) incidents. Potential MTO in category P.2 (drug safety) were the most common, accounting for 1,080 cases. The majority of these cases were attributed to inappropriate drug selection, followed by 132 incidents related to drug preparation. The high incidence of MTO was primarily due to adverse drug reactions and drug interactions, which were closely associated with inappropriate drug choices or improper drug combinations. The importance of a pharmaceutical service approach in improving patient safety and therapeutic effectiveness in the management of DMT2, especially in the prevention and management of drug-related problems (MTO). Conclusion: The most dominant DRP category identified was drug safety (P.2), primarily caused by inappropriate drug selection. Drug interactions resulting from suboptimal therapeutic combinations were the main contributing factor to MTO, with the majority classified as moderate in severity. These findings highlight the need for more active and systematic clinical pharmacy interventions in reviewing medication regimens, along with interprofessional collaboration to enhance therapeutic effectiveness, ensure patient safety, and reduce the incidence of MTO in the management of type 2 diabetes mellitus (T2DM).
Latar belakang: Kompleksitas regimen pengobatan dan penggunaan simultan beberapa obat meningkatkan risiko masalah terkait obat (MTO), yang dapat memengaruhi efektivitas, keamanan, dan keselamatan pengobatan pasien. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi Masalah Terkait Obat dalam pengobatan pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) di Rumah Sakit “X” Provinsi Aceh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi cross-sectional retrospektif terhadap resep pasien DMT2 pada periode Januari-Desember 2024 di Ruman Sakit “X” Provinsi Aceh. Hasil: Berdasarkan analisis 395 resep pasien DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi ditemukan 1.275 kejadian DRP, potensi MTO kategori P.2 (keamanan obat) sebagai kategori DRP paling umum terjadi yaitu 1.080 kasus berasal dari penyebab pemilihan obat, dilanjutkan kategori peyebab penyiapan obat 132 kejadian dan kategori penyebab penyiapan obat 132 kejadian. Hal tersebut di atas disebabkan oleh efek samping dan interaksi dari penggunaan obat, interaksi obat yang terjadi ini sangat erat kaitan dengan pemilihan obat atau kombinasi yang tidak tepat. Interaksi obat juga ditemukan sebagai penyebab utama DRP, terutama pada tingkat keparahan sedang (791 insiden, 84,51%), diikuti oleh tingkat keparahan ringan (141 insiden, 14,06%), dan tingkat keparahan berat (4 insiden, 0,43%). Pentingnya pendekatan layanan farmasi dalam meningkatkan keamanan pasien dan efektivitas terapeutik dalam pengelolaan DMT2, terutama dalam pencegahan dan pengelolaan masalah terkait obat (DRP). Kesimpulan: MTO paling dominan berada dalam kategori keamanan obat (P.2), terutama disebabkan oleh pemilihan obat yang tidak sesuai. Interaksi obat sebagai akibat dari kombinasi terapi yang kurang tepat menjadi penyebab utama MTO, dengan tingkat keparahan terbanyak pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi farmasi klinik yang lebih aktif dan sistematis dalam peninjauan regimen obat, kolaborasi interprofesional untuk meningkatkan efektifitas pengobatan atau kualitas terapi, menjamin keamanan pasien, serta menurunkan angka kejadian MTO pada pengobatan DMT2.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1087 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Zahniar Zahniar, Khairunnisa Khairunnisa , Wiryanto Wiryanto ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2689-2698; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2689-2698; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1202 |

