Pasaribu, Fatin Fairuz dan Daulay, Anny Sartika dan Ridwanto, Ridwanto dan Nasution, Muhammad Amin (2025) Determination of Protein Levels of Several Types of Beans (Fresh Red Beans, Green Beans, Soybeans) For Handling Stunting Using the Kjeldahl Method and Visible Spectrophotometry / Penentuan Kadar Protein Beberapa Jenis Kacang (Kacang Merah, Hijau, Kedelai Segar) Untuk Penanganan Stunting Dengan Metode Kjeldahl Dan Spektrofotometri Visible. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2976-2987.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Protein helps the body to grow and maintain tissue and replace damaged cells. If the intake of protein in toddlers is insufficient during their growth period, the growth and development of toddlers can be delayed and nutritional problems related to stunting can arise. And the level of protein adequacy affects the occurrence of stunting. One of the highly nutritious and easily accessible local foods that can be used as additional food is green beans, soybeans have the best source of vegetable protein, red beans have a protein content of between 16% and 20%, and are also a source of minerals and vitamins. The objective of the research was to determine the protein content in several types of beans (red beans, green beans, fresh soybeans) for handling stunting using the kjeldahl method and visible spectrophotometry. The method used in this research used the kjeldahl method, a simple way to determine total nitrogen in samples of several types of beans. This research also used a spectrophotometric method that can determine specific protein levels, had high accuracy and could measure small substances. The protein content obtained in the samples using the Kjeldahl method is Fresh Soybeans 35,19 gram, Green Beans 33,7 gram and Red Beans 28,6 gram divided by 100 grams of sample. The spectrophotometric method is Fresh Soybeans 29,09 gram, Green Beans 17,82gram and Red Beans 13,63 gram divided by 100 grams of sample. The protein content in the samples, namely fresh soybeans, green beans and red beans can be used in handling stunting because the levels obtained in the three samples can meet daily protein.
Protein membantu tubuh untuk proses pertumbuhan dan mempertahankan jaringan serta menggantikan sel-sel yang rusak. Jika asupan protein balita tidak cukup selama masa pertumbuhannya, tumbuh kembang balita dapat terlambat dan masalah gizi terkait stunting dapat muncul. Dan tingkat kecukupan gizi protein berpengaruh terjadinya stunting. Salah satu bahan pangan lokal yang bergizi tinggi dan mudah diakses yang dapat digunakan sebagai makanan tambahan adalah kacang hijau, kacang kedelai memiliki sumber protein nabati terbaik, kacang merah kandungan protein antara 16% dan 20%, dan juga merupakan sumber mineral dan vitamin. Penelitian ini bertujuan dalam menentukan kadar protein pada beberapa jenis kacang (kacang merah, hijau, kedelai segar ) untuk penanganan stunting dengan metode kjeldahl dan spekfotometri visible. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kjeldahl cara sederhana untuk menetapkan nitrogen total pada sampel beberapa jenis kacang. Penelitian ini juga menggunakan metode spektrofotometri yang dapat menentukan kadar protein yang spesifik, mempunyai ketelitian tinggi dan dapat mengukur zat yang kecil. Kadar protein yang didapat pada sampel pada metode kjeldahl yaitu kacang kedelai segar 35,19 gram,kacang hijau 33,7 gram dan kacang merah 28,68 gram per 100 gram sampel. Metode spektrofotometri yaitu kacang kedelai segar 29,09 gram, kacang hijau 17,82 gram dan kacang merah 13,61 gram per 100 gram sampel. Kadar protein pada sampel yaitu kacang kedelai segar, kacang hijau dan kacang merah dapat digunakan dalam penanganan stunting karena kadar yang didapat pada ketiga sampel tersebut dapat mencukupi protein sehari-hari.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1085 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Fatin Fairuz Pasaribu, Anny Sartika Daulay, Ridwanto Ridwanto , Muhammad Amin Nasution ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2976-2987; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2976-2987; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1201 |

