UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

The Relationship of Knowledge, Parenting Patterns, Feeding, and Environmental Sanitation to the Incidence of Stunting in Toddler Ages 24-59 Months in the Working Area of the Buhit Puskesmas, Samosir District, 2025 / Hubungan Pengetahuan, Pola Asuh Pemberian Makan Dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir Tahun 2025

Siboro, Vinny Aslinar dan Rochadi, Kintoko dan Sinaga, Janno dan Manurung, Kesaktian dan Bancin, Dewi (2025) The Relationship of Knowledge, Parenting Patterns, Feeding, and Environmental Sanitation to the Incidence of Stunting in Toddler Ages 24-59 Months in the Working Area of the Buhit Puskesmas, Samosir District, 2025 / Hubungan Pengetahuan, Pola Asuh Pemberian Makan Dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir Tahun 2025. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2107-2117.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Background: Stunting is a chronic nutritional problem with profound implications for the quality of human resources. Multiple factors, including parental knowledge, feeding practices, and environmental sanitation, influence this condition. The working area of the Buhit Community Health Center (Puskesmas Buhit) in Samosir Regency continues to face challenges in addressing stunting, making the identification of dominant factors essential for targeted interventions. Objective: This study aims to analyze the relationship between parental knowledge, feeding practices, and environmental sanitation with the incidence of stunting among children aged 24–59 months, and to identify the most influential factor in the Buhit Community Health Center service area, Samosir Regency, in 2025. Methods: This research employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. The study population comprised all children aged 24–59 months (n = 577). A total of 88 respondents were selected using simple random sampling and the Slovin formula. Data were collected through questionnaires and anthropometric measurements, and analyzed using Chi-square tests and logistic regression. Results: Bivariate analysis revealed a significant association between parental knowledge (p = 0.000), feeding practices (p = 0.000), and environmental sanitation (p = 0.004) and the incidence of stunting. Multivariate analysis revealed that feeding practices were the most dominant factor (OR = 105.463; 95% CI = 13.888–800.848). This indicates that children with inadequate feeding practices have a 105.463-fold higher risk of stunting compared to those with good feeding practices. Conclusion: A significant relationship exists between parental knowledge, feeding practices, environmental sanitation, and the incidence of stunting. The most dominant factor is feeding practices. Therefore, stunting prevention interventions in this area should focus on improving parents’ understanding and implementation of appropriate feeding practices.

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius pada kualitas sumber daya manusia. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor multidimensi, termasuk pengetahuan orang tua, pola asuh pemberian makan, dan kondisi sanitasi lingkungan. Wilayah Kerja Puskesmas Buhit di Kabupaten Samosir masih menghadapi tantangan dalam penanganan stunting, sehingga identifikasi faktor dominan sangat diperlukan untuk intervensi yang tepat sasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan orang tua, pola asuh pemberian makan, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan pengaruhnya di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit, Kabupaten Samosir tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita (24-59 bulan) berjumlah 577 orang. Sampel diambil sebanyak 88 responden menggunakan teknik simple random sampling dan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis bivariate menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,000), pola asuh pemberian makan (p=0,000), dan sanitasi lingkungan (p=0,004) dengan kejadian stunting. Analisis multivariate mengungkapkan bahwa pola asuh pemberian makan merupakan faktor paling dominan (OR=105,463; 95% CI=13,888–800,848). Artinya, balita dengan pola asuh pemberian makan yang kurang baik memiliki risiko 105,463 kali lebih tinggi untuk mengalami stunting dibandingkan dengan yang pola asuhnya baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pola asuh pemberian makan, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting. Faktor yang paling dominan adalah pola asuh pemberian makan. Oleh karena itu, intervensi pencegahan stunting di wilayah ini perlu difokuskan pada peningkatan pemahaman dan praktik pola asuh pemberian makan yang baik kepada orang tua.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1084 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Vinny Aslinar Siboro, Kintoko Rochadi , Janno Sinaga, Kesaktian Manurung, Dewi Bancin ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 2107-2117; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 2107-2117; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1200

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang