UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Cardiovascular Drug–Drug Interactions (DDIs) in Coronary Heart Disease Patients with Hypertension / Analisis Interaksi Obat-Obat Kardiovaskular pada Pasien Jantung Koroner dengan Riwayat Hipertensi

Febriyenti, Amanda dan Yosmar, Rahmi dan Permatasari, Dita (2025) Cardiovascular Drug–Drug Interactions (DDIs) in Coronary Heart Disease Patients with Hypertension / Analisis Interaksi Obat-Obat Kardiovaskular pada Pasien Jantung Koroner dengan Riwayat Hipertensi. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2711-2720.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Coronary heart disease (CHD) accompanied by hypertension often necessitates the use of multiple cardiovascular agents. The concurrent use of multiple drugs increases the risk of drug-drug interactions (DDIs), which may alter drug metabolism, reduce therapeutic efficacy, or cause adverse effects. This study aimed to characterize the potential, mechanisms, and severity of drug interactions; to assess differences in the average number of drugs used per day in relation to the potential for drug interactions; and to assess the clinical profile based on DDI severity levels. A retrospective, analytic, observational method was applied, utilizing secondary data from hospital medical records. Statistical analysis included the Mann–Whitney test to compare the mean number of drugs per day between the interaction potential groups. A total of 52 patients met the inclusion criteria through purposive sampling. The results showed that most CHD patients with a history of hypertension were male (75%) and aged 18–64 years (73.1%). A total of 405 potential DDIs were identified. From these, 80 unique drug-pair interactions were selected for detailed analysis of their mechanisms and severity. Most were pharmacodynamic (77.5%), with aspirin–nitroglycerin the most frequent (7.6%). Among the 80 interactions analyzed in detail, those with moderate severity predominated (58.8%), followed by minor (35%) and major (6.2%). Polypharmacy (defined as the use of three or more medications) was observed in all patients who experienced DDIs. There was a significant difference in the average number of medications per day between patients with potential drug interactions and those without, p = 0.023 (p < 0.05).

Pasien jantung koroner (PJK) dengan riwayat hipertensi memerlukan penggunaan berbagai agen kardiovaskular. Penggunaan beberapa obat secara bersamaan meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat-obat yang dapat memengaruhi perjalanan obat dalam tubuh, efektivitas terapi maupun menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan potensi, mekanisme, dan tingkat keparahan interaksi obat; menilai perbedaan jumlah rata-rata obat yang digunakan per hari terkait potensi interaksi dan profil klinis berdasarkan tingkat keparahan interaksi obat. Penelitian dilakukan dengan metode observasional analitik retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis rumah sakit. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan antara jumlah rata-rata obat perhari dengan potensi interaksi obat. Sebanyak 52 pasien memenuhi kriteria inklusi melalui metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien laki-laki (75%) dan berusia 18–64 tahun (73,1%). Sebanyak 405 potensi interaksi obat telah diidentifikasi. Dari jumlah tersebut, 80 interaksi pasangan obat yang unik dipilih untuk analisis terperinci mengenai mekanisme dan tingkat keparahannya. Sebagian besar interaksi bersifat farmakodinamik (77,5%), dengan interaksi aspirin–nitrogliserin sebagai yang paling sering terjadi (7,6%). Pada 80 interaksi yang dianalisis secara detail, interaksi dengan tingkat keparahan sedang mendominasi  (58,8%), diikuti ringan (35%) dan berat (6,2%). Interaksi obat ditemukan pada pasien yang mengonsumsi ≥3 obat. Terdapat perbedaan signifikan dalam rata-rata jumlah obat per hari antara pasien yang memiliki potensi interaksi obat dan yang tidak p = 0,023 (p < 0,05).

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1074 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Amanda Febriyenti, Rahmi Yosmar, Dita Permatasari; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2711-2720; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2711-2720; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1191

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang