UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Testing of Antioxidant and Antibacterial Activity of Extracts and Fractions from Bandotan Leaves (Ageratum conyzoides L.) on Escherichia coli and Staphylococcus aureus / Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak dan Hasil Fraksinasi Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli Dan Staphylococcus aureus

Harahap, Sumiyarni dan Ridwanto, Ridwanto dan Pulungan, Ainil Fithri dan Rani, Zulmai (2025) Testing of Antioxidant and Antibacterial Activity of Extracts and Fractions from Bandotan Leaves (Ageratum conyzoides L.) on Escherichia coli and Staphylococcus aureus / Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak dan Hasil Fraksinasi Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli Dan Staphylococcus aureus. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2593-2608.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Bandotan (Ageratum conyzoides L.) is a plant distributed worldwide, especially in tropical and subtropical regions. Bandotan can be used as a traditional medicine because it contains beneficial phytochemical compounds such as terpenoids, alkaloids, essential oils, saponins, and phenolics that play a role in inhibiting bacterial growth and serving as natural antioxidants. The objective of this research was to determine the antioxidant and antibacterial activity of the extract, n-hexane fraction, and ethyl acetate fraction from bandotan leaves. This research used an experimental method. It included antioxidant testing of the ethanol extract fractions of bandotan leaves (Ageratum conyzoides L.) using the DPPH method and antibacterial testing using Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. The phytochemical screening results showed that bandotan leaves contain alkaloids, saponins, tannins, flavonoids, and glycosides. The antioxidant testing for DPPH radical scavenging revealed that the bandotan leaf extract had an IC50 value of 499.3633 μg/ml, the n-hexane fraction had an IC50 value of 945.7837 μg/ml, and the ethyl acetate fraction had an IC50 value of 382.9216 μg/ml, all categorized as very weak antioxidants. Antibacterial testing indicated that the extract, n-hexane fraction, and ethyl acetate fraction of bandotan (Ageratum conyzoides L.) exhibited antibacterial activity, inhibiting the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus, with strong activity at the highest concentration of 40% and moderate activity at the lowest concentration of 10%. In conclusion, bandotan leaves have very weak antioxidant activity due to the low content of flavonoids and strong antibacterial activity at 40% concentration and weak activity at 10% concentration.

Bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan tanaman yang tersebar di seluruh dunia, khususnya daerah tropis dan subtropis. Bandotan dapat digunakan sebagai obat tradisional karena mengandung senyawa fitokimia yang bermanfaat seperti terpenoid, alkaloid, minyak atsiri, saponin dan fenolik yang berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan sebgai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada aktivitas antioksidan dan antibakteri pada ekstrak, fraksi N-heksan dan etil asetat daun bandotan. Metode penelitian ini adalah eksperimental. Penelitian ini meliputi uji antioksidan hasil fraksi ekstrak etanol daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) dengan menggunakan metode dpph dan uji antibakteri dengan menggunakan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa daun bandotan mengandung golongan senyawa alkaloid, saponin, tanin, flavonoid dan glikosida. Hasil pengujian antioksidan dalam meredam radikal bebas DPPH menunjukkan bahwa ekstrak daun bandotan mempunyai nilai IC50 sebesar 499,3633 μg/ml, fraksi n-heksan sebesar 945,7837 μg/ml dan hasil IC50 pada etil asetat sebesar 382,9216 μg/ml dengan kategori antioksidan sangat lemah. Sedangkan hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak, fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) memiliki aktivitas antibakteri karna dapat menghambat pertumbuhan bakteri escherichia coli dan staphylococcus aureus dengan kategori kuat pada konsentrasi paling tinggi yaitu 40% dan konsentrasi paling rendah 10% dengan kategori sedang. Kesimpualan daun bandotan memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sangat lemah dikarenakan senyawa flavonoid yang dikandung daun bandotan sangat sedikit dan memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori kuat pada konsentrasi 40% dan kategori lemah pada konsentrasi 10%.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1060 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Sumiyarni Harahap, Ridwanto, Ainil Fithri Pulungan, Zulmai Rani; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2593-2608; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2593-2608; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1185

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang