Suryaman, Sulistia dan Cholisoh, Zakky (2025) Exploration of the Relationship Between Quality of Life and Medication Beliefs with Non-Adherence in Hemodialysis Patients / Eksplorasi Kualitas Hidup dan Kepercayaan Obat terhadap Ketidakpatuhan Pasien Hemodialisis. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1901-1915.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: Poor medication adherence is common among hemodialysis patients and is associated with adverse clinical outcomes. However, factors such as health-related quality of life (QoL) and medication beliefs remain underexplored as determinants of non-adherence in this population. Objective: This systematic review aims to synthesise the evidence regarding the relationship between QoL, medication beliefs, and pharmacological non-adherence in patients undergoing hemodialysis (HD). Methods: A comprehensive literature search was conducted using electronic databases (PubMed, Scopus, and Google Scholar) for observational studies published between January 2015 and July 2, 2025. Studies were included if they involved adult hemodialysis patients and examined QoL and/or medication beliefs concerning pharmacological non-adherence. Results: Six observational studies, encompassing 1,698 hemodialysis patients from various countries, met the inclusion criteria. The synthesised evidence indicated that poorer QoL (particularly depression and poor sleep quality), higher burden of physical symptoms, and specific medication beliefs (e.g., concerns about side effects and low perceived necessity of medications) were significantly associated with increased non-adherence. Conclusion: Non-adherence among hemodialysis patients is influenced by the complex interaction of psychosocial factors, including QoL and individual medication beliefs. To improve adherence, interventions should be developed to target these factors through health education, psychological support, and patient-centred care. Further integrative and contextual research is needed to strengthen understanding and develop more effective interventions.
Latar Belakang: Kepatuhan pengobatan yang buruk banyak terjadi pada pasien hemodialisis dan dikaitkan dengan hasil klinis yang tidak diinginkan. Namun, faktor-faktor seperti kualitas hidup terkait kesehatan (QoL) dan keyakinan terhadap pengobatan masih kurang diteliti sebagai penentu ketidakpatuhan pada populasi ini.Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mensintesis bukti mengenai hubungan antara kualitas hidup, keyakinan terhadap pengobatan, dan ketidakpatuhan farmakologis pada pasien yang menjalani hemodialisis (HD). Metode: Penelusuran literatur komprehensif dilakukan menggunakan database elektronik (PubMed, Scopus, dan Google Scholar) untuk studi observasional yang diterbitkan dari Januari 2015 hingga 2 Juli 2025. Studi dimasukkan jika melibatkan pasien hemodialisis dewasa dan mengkaji QoL dan/atau keyakinan terhadap pengobatan dalam kaitannya dengan ketidakpatuhan farmakologis. Hasil: Enam studi observasional, yang mencakup total 1.698 pasien hemodialisis dari berbagai negara, memenuhi kriteria inklusi. Bukti yang disintesis menunjukkan bahwa kualitas hidup yang lebih buruk (khususnya depresi dan kualitas tidur yang buruk), beban gejala fisik yang lebih tinggi, dan keyakinan spesifik terhadap pengobatan (misalnya, kekhawatiran akan efek samping dan persepsi rendah tentang kebutuhan pengobatan) secara signifikan terkait dengan peningkatan ketidakpatuhan. Kesimpulan: Ketidakpatuhan pada pasien hemodialisis dipengaruhi oleh interaksi kompleks faktor-faktor psikososial, termasuk QoL dan keyakinan individu terhadap pengobatan. Untuk meningkatkan kepatuhan, intervensi perlu dikembangkan untuk menargetkan faktor-faktor ini melalui edukasi kesehatan, dukungan psikologis, dan perawatan yang berpusat pada pasien. Penelitian lanjutan dengan pendekatan integratif dan kontekstual sangat diperlukan untuk memperkuat pemahaman dan mengembangkan intervensi yang lebih efektif.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1029 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Sulistia Suryaman, Zakky Cholisoh; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1901-1915; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1901-1915; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1171 |

