Sinurat, Arni Wetty dan Manurung, Kesaktian dan Sembiring, Rinawati dan Rochadi, Kintoko dan Sinaga, Janno (2025) Factors Associated with the Incidence of Stunting in Early Childhood Children in the Working Area of Buhit Community Health Centre, Pangururan District, Samosir Regency, 2024 / Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Tahun 2024. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1970-1985.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: Stunting is a health problem resulting from chronic malnutrition over a long period. Although it serves as the district capital, Pangururan Sub-District still has a relatively high stunting prevalence, with 154 out of 2,460 measured toddlers (6.26%) affected. Identifying associated factors is necessary to design targeted interventions. Objective: This study aims to analyse the factors associated with the incidence of stunting in early childhood children in the working area of Buhit Community Health Centre, Pangururan Sub-District, Samosir Regency. Methods: This study used a cross-sectional design conducted in the working area of Buhit Community Health Centre. The study population consisted of mothers with toddlers in the area, with a sample size of 96 mothers selected using accidental sampling. Data were collected through questionnaires and anthropometric measurements and analysed using the Chi-Square test and logistic regression. Results: Bivariate analysis results showed significant relationships between maternal nutritional status (p=0.000), parenting patterns (p=0.000), maternal education level (p=0.000), family income level (p=0.003), and exclusive breastfeeding (p=0.029) with the incidence of stunting. Multivariate analysis indicated that maternal education level was the most dominant variable (p=0.013; OR=12.814), meaning that mothers with low education levels had a 12.8 times higher risk of having stunted children. Conclusion: Maternal nutritional status, parenting patterns, maternal education, family income, and exclusive breastfeeding were significantly associated with stunting, with maternal education level being the dominant factor. Therefore, stunting prevention efforts in this region should prioritise health education targeting mothers with low educational backgrounds.
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang. Meskipun menjadi ibu kota kabupaten, Kecamatan Pangururan masih memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi, yaitu 154 balita dari 2.460 balita (6,26%) yang diukur. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan diperlukan untuk merancang intervensi yang tepat sasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia dini di wilayah kerja Puskesmas Buhit, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Buhit. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita di wilayah tersebut dengan jumlah sampel sebanyak 96 ibu, yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi ibu (p=0,000), pola asuh (p=0,000), tingkat pendidikan ibu (p=0,000), tingkat pendapatan keluarga (p=0,003), dan pemberian ASI eksklusif (p=0,029) dengan kejadian stunting. Analisis multivariat menyatakan bahwa tingkat pendidikan ibu merupakan variabel paling dominan (p=0,013; OR=12,814), yang berarti ibu dengan pendidikan rendah memiliki risiko 12,8 kali lebih tinggi untuk memiliki anak stunting. Kesimpulan: Faktor status gizi ibu, pola asuh, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan stunting, dengan tingkat pendidikan ibu sebagai faktor dominan. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting di wilayah ini perlu memprioritaskan pendidikan kesehatan yang menyasar ibu dengan latar belakang pendidikan rendah.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1024 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Arni Wetty Sinurat , Kesaktian Manurung , Rinawati Sembiring, Kintoko Rochadi, Janno Sinaga; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1970-1985; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1970-1985; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1167 |

