UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration of Papaya Leaf (Carica papaya L.) Ethanol Extract and Nanoparticles Against Candida albicans / Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum Ekstrak dan Nanopartikel Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Candida albicans

Nurmala, Syandoval Triska Ananda dan Rahayu, Yayuk Putri dan Pulungan, Ainil Fithri dan Miswanda, Dikki (2025) Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration of Papaya Leaf (Carica papaya L.) Ethanol Extract and Nanoparticles Against Candida albicans / Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum Ekstrak dan Nanopartikel Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Candida albicans. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1594-1611.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Background: Fungal infections, particularly those caused by Candida albicans, are a significant health problem in tropical countries such as Indonesia. Humid environmental conditions, inadequate sanitation, high population density, and low socioeconomic levels contribute to the high prevalence of fungal infections. Papaya leaves (Carica papaya L.) are known to contain bioactive compounds with antifungal potential; however, their effectiveness can be enhanced through nanoparticle formulation. Objective: This study aimed to formulate nanoparticles of ethanol extract from papaya leaves and evaluate their antifungal activity against Candida albicans by comparing the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Fungicidal Concentration (MFC) values between the conventional extract and the nanoparticle extract. Methods: This experimental study utilized ethanol extract of papaya leaves and its nanoparticle formulation at varying concentrations. Particle size was characterized using a Particle Size Analyzer (PSA). Antifungal activity was tested against Candida albicans ATCC 10231 using broth and agar dilution methods as well as the disk diffusion method. Data were statistically analyzed using one-way ANOVA. Results: The nanoparticle extract exhibited a smaller particle size (330.27 nm) compared to the conventional extract (2203.45 nm). The MIC of the nanoparticle extract (1.25%) was lower than that of the conventional extract (12.5%), while the MFC of the nanoparticle extract (5%) was equivalent to that of the conventional extract (50%). The disk diffusion test showed that the 5% nanoparticle extract had an inhibition zone of 21.6 mm, classified as sensitive and comparable to the 50% conventional extract. Conclusion: The nanoparticle formulation of papaya leaf extract enhanced antifungal efficacy, enabling a tenfold dose reduction compared to the conventional extract. These findings highlight the potential of nanoparticles as a more efficient alternative therapy for fungal infections.

Latar Belakang: Penyakit infeksi jamur, terutama yang disebabkan oleh Candida albicans, merupakan masalah kesehatan yang signifikan di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Kondisi lingkungan yang lembap, sanitasi yang kurang memadai, serta kepadatan penduduk dan tingkat sosial ekonomi yang rendah turut berkontribusi terhadap tingginya prevalensi infeksi jamur. Daun pepaya (Carica papaya L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif dengan potensi antijamur, namun efektivitasnya dapat ditingkatkan melalui formulasi nanopartikel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya dan mengevaluasi aktivitas antijamurnya terhadap Candida albicans dengan membandingkan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) antara ekstrak konvensional dan nanopartikel ekstrak. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan ekstrak etanol daun pepaya dan nanopartikel ekstrak dengan variasi konsentrasi. Ukuran partikel dikarakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode dilusi cair dan padat serta difusi cakram terhadap Candida albicans ATCC 10231. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji one-way ANOVA. Hasil: Nanopartikel ekstrak menunjukkan ukuran partikel lebih kecil (330,27 nm) dibandingkan ekstrak konvensional (2203,45 nm). Nilai KHM nanopartikel ekstrak (1,25%) lebih rendah daripada ekstrak konvensional (12,5%), sedangkan nilai KBM nanopartikel ekstrak (5%) setara dengan ekstrak konvensional 50%. Uji difusi cakram menunjukkan nanopartikel ekstrak 5% memiliki zona hambat 21,6 mm, yang tergolong sensitif dan setara dengan ekstrak 50%. Kesimpulan: Formulasi nanopartikel ekstrak daun pepaya mampu meningkatkan efektivitas antijamur dengan mengurangi dosis hingga sepuluh kali lipat dibandingkan ekstrak konvensional. Temuan ini menunjukkan potensi nanopartikel sebagai alternatif terapi infeksi jamur yang lebih efisien.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/999 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Syandoval Triska Ananda Nurmala, Yayuk Putri Rahayu , Ainil Fithri Pulungan, Dikki Miswanda; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1594-1611; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1594-1611; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1154

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang