Husain, Aprilia dan Khairinisa, Miski Aghnia dan Insani, Widya Norma (2025) Unintended Medication Discrepancies (UMD) During Transfer Reconciliation in the Context of Low and Middle Income Countries: A Narrative Review / Unintended Medication Discrepancies (UMD) Pada Saat Rekonsiliasi Transfer dalam Konteks Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah : Tinjauan Naratif. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1765-1774.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Unintended medication discrepancies (UMD) frequently occur during transitions of care, particularly in low- and middle-income countries (LMICs), where the healthcare system often lacks standardized protocols, integrated information systems, and trained clinical pharmacists. This narrative review aims to explore the prevalence, characteristics, and contributing factors of UMD across LMICs based on analysis of 10 selected studies. Omission was the most frequently reported type of discrepancy, especially among elderly patients with complex therapy regimens. Factors influencing the occurrence of UMD include polypharmacy, inadequate documentation, absence of medication reconciliation protocols, limited pharmacist involvement, and poor inter-facility communication. Despite systemic limitations, studies demonstrate that pharmacist-led interventions can significantly reduce the incidence of UMD, even in resource-limited settings. Comparative analysis with studies from developed countries reveals that digital tools, standardized policies, and integrated pharmacist roles greatly enhance medication safety during transitions of care. The review concludes that addressing UMD in LMICs requires a multi-faceted approach, including national policy development, pharmacist integration into clinical teams, implementation of context-appropriate digital systems, and strengthening pharmacy education. These strategies are crucial for improving patient safety and reducing preventable adverse drug events related to medication discrepancies.
Unintended medication discrepancies (UMD) sering terjadi selama transisi perawatan, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs), yang masih memiliki berbagai keterbatasan sistem seperti ketiadaan protokol standar, sistem informasi yang tidak terintegrasi, dan minimnya farmasis klinik terlatih. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mengeksplorasi prevalensi, karakteristik, dan faktor-faktor penyebab UMD di LMICs berdasarkan analisis terhadap 10 studi terpilih. Jenis discrepancy yang paling sering dilaporkan adalah penghilangan obat (omission), terutama pada pasien lanjut usia dengan terapi kompleks. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian UMD meliputi polifarmasi, dokumentasi yang tidak memadai, ketiadaan protokol rekonsiliasi, keterlibatan farmasis yang rendah, dan komunikasi lintas fasilitas yang buruk. Meskipun terdapat berbagai keterbatasan sistem, intervensi yang dipimpin oleh farmasis terbukti mampu menurunkan angka UMD secara signifikan bahkan di lingkungan terbatas. Perbandingan dengan negara maju menunjukkan bahwa penggunaan sistem digital, kebijakan yang terstandar, dan integrasi peran farmasis sangat membantu dalam meningkatkan keselamatan pengobatan saat transisi perawatan. Kajian ini menyimpulkan bahwa penanggulangan UMD di LMICs memerlukan pendekatan multidimensi seperti pengembangan kebijakan nasional, pelibatan farmasis dalam tim klinik, implementasi teknologi yang sesuai konteks, dan penguatan pendidikan farmasi untuk meningkatkan keselamatan pasien.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/983 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Aprilia Husain , Miski Aghnia Khairinisa , Widya Norma Insani ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1765-1774; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1765-1774; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1148 |

