Bali, Florentina Aspienti Regnat Killianis dan Laia, Firina dan Gulo, Indah Mawati dan Rangkuti, Ifrina dan Nababan, Tiarnida dan Duha, Yantriani (2025) The Relationship Between Education Level, Knowledge, and Spousal Support with Exclusive Breastfeeding Practices Among Working Mothers at Sunggal Primary Clinic / Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, dan Dukungan Suami dengan Praktik Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Klinik Pratama Sunggal. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1511-1523.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: The low rate of exclusive breastfeeding in Indonesia (52.5% in 2021), particularly in North Sumatra (57.83%), remains a pressing public health issue, especially among working mothers. Educational level, knowledge, and husband support are strongly suspected to influence the success of exclusive breastfeeding, yet these factors have been underexplored in the context of primary clinics in urban areas such as Sunggal. Objective: To analyze the relationship between educational level, knowledge, and husband support with exclusive breastfeeding practices among working mothers at the Sunggal Primary Clinic.Methods: This quantitative, cross-sectional study involved 30 working mothers selected through total sampling. Data were collected via questionnaires and interviews, then analyzed using Chi-Square tests and logistic regression to measure the strength of associations (OR). Results: Statistical analysis showed significant relationships between all three independent variables and exclusive breastfeeding practices (p<0.05). Husband support emerged as the most dominant factor with an odds ratio (OR) of 8.2 (95% CI: 2.1–32.4), followed by maternal knowledge (OR=5.6; 95% CI: 1.8–17.3) and educational level (OR=4.3; 95% CI: 1.5–12.4). Specifically, mothers who received strong support from their husbands were 8.2 times more likely to successfully provide exclusive breastfeeding compared to those who did not. Likewise, mothers with good knowledge were 5.6 times more likely to succeed, and highly educated mothers were 4.3 times more successful than those with limited knowledge and education. Multivariate analysis indicated interaction among these three factors, with husband support amplifying the positive effects of education and knowledge. Among respondents who possessed all three positive factors (higher education, good knowledge, and strong husband support), 86.7% successfully provided exclusive breastfeeding, while only 13.3% succeeded in the group lacking these factors. Conclusion: This study strengthens the evidence that family-based interventions focusing on enhancing the husband’s role, along with comprehensive education, can be an effective strategy to increase exclusive breastfeeding rates among working mothers. These findings highlight the need for clinic policies that integrate lactation counseling for couples.
Latar Belakang: Rendahnya cakupan ASI eksklusif di Indonesia (52,5% pada 2021) dan khususnya di Sumatera Utara (57,83%) menjadi masalah kesehatan yang mendesak, terutama bagi ibu bekerja. Faktor pendidikan, pengetahuan, dan dukungan suami diduga kuat memengaruhi keberhasilan ASI eksklusif, namun belum banyak diteliti pada konteks klinik pratama di daerah urban seperti Sunggal. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan dukungan suami dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Klinik Pratama Sunggal. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang melibatkan 30 ibu bekerja yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik untuk mengukur kekuatan hubungan (OR). Hasil: Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara ketiga variabel independen dengan praktik ASI eksklusif (p<0,05). Dukungan suami merupakan faktor paling dominan dengan OR 8,2 (95% CI: 2,1-32,4), diikuti oleh tingkat pengetahuan ibu (OR=5,6; 95% CI: 1,8-17,3) dan tingkat pendidikan (OR=4,3; 95% CI: 1,5-12,4). Secara rinci, ibu yang mendapat dukungan penuh dari suami memiliki kemungkinan 8,2 kali lebih besar untuk berhasil memberikan ASI eksklusif dibandingkan yang tidak mendapat dukungan. Sementara itu, ibu dengan pengetahuan baik 5,6 kali lebih berhasil, dan ibu berpendidikan tinggi 4,3 kali lebih berhasil dibandingkan kelompok dengan pengetahuan dan pendidikan terbatas. Analisis multivariat menunjukkan bahwa ketiga faktor ini saling berinteraksi, dimana dukungan suami mampu memperkuat pengaruh positif dari pendidikan dan pengetahuan. Sebanyak 86,7% responden yang memiliki ketiga faktor positif (pendidikan tinggi, pengetahuan baik, dan dukungan suami kuat) berhasil memberikan ASI eksklusif, sementara hanya 13,3% yang berhasil pada kelompok tanpa ketiga faktor tersebut. Kesimpulan: Penelitian ini memperkuat bukti bahwa intervensi berbasis keluarga yang memfokuskan pada peningkatan peran suami, disertai edukasi menyeluruh, dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan angka ASI eksklusif di kalangan pekerja. Temuan ini mendorong perlunya kebijakan klinik yang mengintegrasikan konseling laktasi untuk pasangan.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/973 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Florentina Aspienti Regnat Killianis Bali , Firina Laia , Indah Mawati Gulo, Ifrina Rangkuti, Tiarnida Nababan, Yantriani Duha; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1511-1523; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1511-1523; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1145 |

