Khomsah, Siti ‘Afifah dan Elvandari, Milliyantri dan Sefrina, Linda Riski (2026) The Relationship Between Sleep Quality and Exposure to Snack Food and Beverage Advertisements on Television with the Nutritional Status of Sixth Grade Students at SDN Mulyasari 1 / Hubungan Kualitas Tidur dan Paparan Iklan Makanan dan Minuman Ringan di Televisi dengan Status Gizi Murid Kelas VI di SDN Mulyasari 1. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2057-2062.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Introduction: Nutritional status of school-aged children is an important indicator in assessing children's health and growth. Various lifestyle factors such as sleep quality and exposure to food and beverage advertisements on television are suspected to influence children's nutritional status. This study aimed to analyze the relationship between sleep quality and exposure to food and beverage advertisements on television with the nutritional status of sixth-grade students at SDN Mulyasari 1. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design. A sample of 48 sixth-grade students was selected randomly. Sleep quality data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire, while advertisement exposure data were obtained through a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Nutritional status was measured based on body mass index for age (BMI/A) using WHO 2007 reference z-scores. Data analysis was performed using Spearman correlation test with a significance level of α=0.05. Results: The results showed that out of 48 respondents, 36 students (75%) had normal nutritional status, 3 students (6.2%) were underweight, and 9 students (18.8%) were obese. Statistical analysis revealed no significant relationship between sleep quality and nutritional status (p=0.255; p>0.05) nor between exposure to food and beverage advertisements on television and nutritional status (p=0.467; p>0.05). Conclusion: Sleep quality and exposure to food and beverage advertisements on television were not significantly associated with the nutritional status of sixth-grade students at SDN Mulyasari 1. These findings indicate that other factors such as dietary patterns, physical activity, family environment, and socioeconomic and cultural factors may play a more dominant role in determining the nutritional status of school-aged children. Further research is needed to comprehensively identify the determinants of nutritional status, as well as to strengthen the role of nutrition education and media supervision by parents and schools.
Pendahuluan: Status gizi anak usia sekolah merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan dan tumbuh kembang anak. Berbagai faktor gaya hidup seperti kualitas tidur dan paparan iklan makanan serta minuman ringan di televisi diduga dapat memengaruhi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan paparan iklan makanan dan minuman ringan di televisi dengan status gizi anak kelas VI di SDN Mulyasari 1. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 48 siswa kelas VI yang dipilih secara acak. Data kualitas tidur dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan data paparan iklan diperoleh melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Status gizi diukur berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) menggunakan z-score referensi WHO 2007. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 responden, 36 siswa (75%) memiliki status gizi normal, 3 siswa (6,2%) mengalami gizi kurang, dan 9 siswa (18,8%) mengalami obesitas. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan status gizi (p=0,255; p>0,05) maupun antara paparan iklan makanan dan minuman ringan di televisi dengan status gizi (p=0,467; p>0,05). Kesimpulan: Kualitas tidur dan paparan iklan makanan dan minuman ringan di televisi tidak terbukti berhubungan secara signifikan dengan status gizi siswa kelas VI di SDN Mulyasari 1. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, lingkungan keluarga, serta faktor sosioekonomi dan budaya mungkin memiliki peran yang lebih dominan dalam menentukan status gizi anak usia sekolah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi determinan status gizi secara komprehensif, serta penguatan peran pendidikan gizi dan pengawasan media oleh orang tua dan sekolah.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/938 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Siti ‘Afifah Khomsah , Milliyantri Elvandari , Linda Riski Sefrina ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 2057-2062; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 2057-2062; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1125 |

