UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Antibacterial Activity Test of Mouthwash Preparations from Peppermint Leaf Extract (Mentha piperita L.) and Chinese Castor Leaf (Jatropha multifida L.) Against Streptococcus mutans / Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Mouthwash Dari Ekstrak Daun Peppermint ( Mentha piperita L.) dan Daun Jarak Cina ( Jatropha multifida L.) Terhadap Streptococcus mutans

Putri, Adilla dan Nasution, Muhammad Amin dan Lubis, Minda Sari dan Nasution, Haris Munandar (2025) Antibacterial Activity Test of Mouthwash Preparations from Peppermint Leaf Extract (Mentha piperita L.) and Chinese Castor Leaf (Jatropha multifida L.) Against Streptococcus mutans / Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Mouthwash Dari Ekstrak Daun Peppermint ( Mentha piperita L.) dan Daun Jarak Cina ( Jatropha multifida L.) Terhadap Streptococcus mutans. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1851-1865.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Background: Mouthwash is a liquid preparation that plays an important role in maintaining oral health. An ideal formulation should possess antibacterial effectiveness, physicochemical stability, and acceptable organoleptic properties. Streptococcus mutans is the primary pathogenic bacterium responsible for halitosis and dental caries. Peppermint (Mentha piperita L.) and physic nut (Jatropha multifida L.) leaves are known to contain bioactive compounds such as flavonoids, saponins, and tannins, which have potential antibacterial activity. Objective: This study aimed to formulate peppermint and physic nut leaf extracts into a stable mouthwash preparation and evaluate its antibacterial activity against Streptococcus mutans. Methods: The extracts were prepared using maceration with ethanol as a solvent. The mouthwash formulations were developed with three variations of extract concentrations (2%, 2.5%, and 3%). The preparations were then evaluated for their physical stability (organoleptic properties and pH) and tested for antibacterial activity against S. mutans using the Kirby-Bauer disc diffusion method. Inhibition zone data were statistically analyzed using ANOVA and Duncan’s test. Results: Physicochemical evaluation showed that all formulations remained stable over 28 days of observation, with a pH of 6, which is compatible with the oral cavity. Antibacterial testing demonstrated an increase in inhibition zone diameter with higher extract concentrations: 10.33 mm (2%), 11.1 mm (2.5%), and 11.9 mm (3%). These results were comparable to the positive control, Betadine gargle (11.95 mm). The negative control showed no inhibition zone. Statistical analysis revealed significant differences (p < 0.05) among the concentrations. Conclusion: The combination mouthwash containing peppermint and physic nut leaf extracts at a concentration of 3% was found to be the most stable formulation and exhibited the strongest antibacterial activity, comparable to the commercial reference product. Thus, this combination extract has potential to be developed as a natural antibacterial agent for oral health.

Latar Belakang: Mouthwash merupakan sediaan cair yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut. Sediaan yang ideal harus memiliki efektivitas antibakteri, stabilitas fisikokimia, serta sifat organoleptik yang dapat diterima. Streptococcus mutans adalah bakteri patogen utama penyebab halitosis dan karies gigi. Ekstrak daun peppermint (Mentha piperita L.) dan daun jarak cina (Jatropha multifida L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun peppermint dan daun jarak cina ke dalam sediaan mouthwash yang stabil serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Metode: Ekstrak kedua daun dibuat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Sediaan mouthwash diformulasikan dengan tiga variasi konsentrasi kombinasi ekstrak (2%, 2,5%, dan 3%). Sediaan kemudian dievaluasi stabilitas fisiknya (organoleptik, pH) dan diuji aktivitas antibakterinya terhadap S. mutans menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Data zona hambat dianalisis secara statistik dengan uji ANOVA dan Duncan. Hasil: Hasil evaluasi fisikokimia menunjukkan semua formula sediaan stabil selama 28 hari pengamatan, dengan pH 6 yang sesuai dengan rongga mulut. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan peningkatan zona hambat seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak, yaitu 10,33 mm (konsentrasi 2%), 11,1 mm (konsentrasi 2,5%), dan 11,9 mm (konsentrasi 3%). Hasil ini mendekati zona hambat kontrol positif Betadine gargle (11,95 mm). Kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) antar konsentrasi. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa sediaan mouthwash kombinasi ekstrak daun peppermint dan daun jarak cina konsentrasi 3% merupakan formula paling stabil dan memiliki aktivitas antibakteri terbaik yang setara dengan sediaan pembanding komersial. Dengan demikian, kombinasi ekstrak ini berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami untuk kesehatan mulut.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/917 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Adilla Putri, Muhammad Amin Nasution, Minda Sari Lubis , Haris Munandar Nasution; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1851-1865; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1851-1865; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1119

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang