UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

The Effect of Counselling on Adherence in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at the Internal Medicine Polyclinic of dr. Ferdinand Lumbantobing General Hospital Sibolga / Pengaruh Konseling terhadap Kepatuhan pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum dr. Ferdinand Lumbantobing Sibolga

Panjaitan, Riza Zul Syahri dan Nasif, Hansen dan Sari, Yelly Octavia (2025) The Effect of Counselling on Adherence in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at the Internal Medicine Polyclinic of dr. Ferdinand Lumbantobing General Hospital Sibolga / Pengaruh Konseling terhadap Kepatuhan pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum dr. Ferdinand Lumbantobing Sibolga. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1713-1720.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Background: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a global health threat with a steadily increasing prevalence. Its treatment is lifelong and requires optimal patient adherence to achieve therapeutic success. Pharmacist counseling is one of the interventions believed to improve such adherence. Objective: This study aimed to analyze the effect of pharmacist counseling and patient characteristics (age, gender, education, occupation, and access to hospital care) on medication adherence among T2DM patients. Methods: This study employed a one-group pretest-posttest design conducted at the Internal Medicine Polyclinic of dr. Ferdinand Lumbantobing Regional Hospital, Sibolga. A total of 75 respondents meeting the inclusion criteria were recruited. Adherence was measured using the MARS-10 (Medication Adherence Rating Scale 10 items) questionnaire before and after the counseling intervention. The Mann-Whitney and Kruskal-Wallis tests were used to analyze the influence of patient characteristics, while the Wilcoxon test was used to analyze the effect of counseling. Results: Analysis of demographic variables such as age, gender, education, occupation, and hospital access showed no significant relationship with adherence either before or after counseling (p>0.05). However, pharmacist counseling was proven to significantly improve adherence. The mean adherence score increased from 6.49 (pretest) to 8.08 (posttest) (p<0.05). The proportion of adherent patients rose from 52% to 94.67% following counseling. Conclusion: Patient characteristics had no significant effect on adherence. Pharmacist counseling was shown to be effective in significantly improving medication adherence among Type 2 Diabetes Mellitus patients.

Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Pengobatannya bersifat seumur hidup dan membutuhkan kepatuhan pasien yang optimal untuk mencapai keberhasilan terapi. Konseling oleh apoteker merupakan salah satu intervensi yang diyakini dapat meningkatkan kepatuhan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling apoteker dan faktor karakteristik pasien (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan akses ke rumah sakit) terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pasien DMT2. Metode: Penelitian menggunakan desain one group pretest-posttest yang dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD dr. Ferdinand Lumbantobing Sibolga. Sebanyak 75 responden yang memenuhi kriteria inklusi dilibatkan. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MARS-10 (Medication Adherence Rating Scale 10 item) sebelum dan setelah intervensi konseling. Uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis digunakan untuk menganalisis pengaruh karakteristik pasien, sedangkan uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis pengaruh konseling. Hasil: Analisis terhadap variabel demografi seperti umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan akses ke rumah sakit menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan baik sebelum maupun setelah konseling (p>0,05). Namun, konseling apoteker terbukti meningkatkan kepatuhan secara signifikan. Skor kepatuhan rata-rata meningkat dari 6,49 (pretest) menjadi 8,08 (posttest) (p<0,05). Proporsi pasien yang patuh meningkat dari 52% menjadi 94,67% setelah diberikan konseling. Kesimpulan: Karakteristik pasien tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan. Konseling yang dilakukan oleh apoteker terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien Diabetes Melitus tipe 2 secara signifikan.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/912 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Riza Zul Syahri Panjaitan, Hansen Nasif , Yelly Octavia Sari ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1713-1720; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1713-1720; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1116

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang