UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Optimization Formula and Stability Evaluation of Facial Toner of Keji Beling Leaf Extract (Strobilanthes crispus L.) / Optimasi Formula dan Evaluasi Stabilitas Sediaan Toner Wajah Ekstrak Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus L.)

Gobel, Alia Afrilia dan Resvita Bahi, Rizky dan Mappa, Moh. Rivaldi (2025) Optimization Formula and Stability Evaluation of Facial Toner of Keji Beling Leaf Extract (Strobilanthes crispus L.) / Optimasi Formula dan Evaluasi Stabilitas Sediaan Toner Wajah Ekstrak Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus L.). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2219-2230.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Facial skin is prone to dryness due to UV radiation, which accelerates premature aging (photoaging) and triggers various skin problems such as atopic dermatitis. In Indonesia, the prevalence of dry skin reaches 50%–80%. Several commercial toner products still contain alcohol, which can further dry the skin when used for a long period of time. Therefore, natural ingredients with moisturizing effects are needed, one of which is Strobilanthes crispus (keji beling) leaves, containing flavonoids with antioxidant activity. This study aimed to determine the effect of varying concentrations of Tween 80 surfactant on the stability of toner formulations. The research method was experimental, formulating four formulas with surfactant concentrations of 0% (F0), 5% (FI), 7.5% (FII), and 10% (FIII), followed by stability testing using the cycling test and evaluating organoleptic properties, homogeneity, viscosity, pH, irritation, and hedonic acceptance. The organoleptic evaluation showed that FI, FII, and FIII produced clear yellowish-green liquid preparations with a characteristic odor of keji beling leaves, whereas F0 produced a dark green liquid with the same odor. All formulas were homogeneous with a pH of 5. The viscosity values were 1.72 cPs for FI, 1.82 cPs for FII, 2.37 cPs for FIII, and 1.35 cPs for F0. Irritation testing showed negative results for all formulas, indicating no signs of primary irritation. Hedonic testing revealed that FIII was the most preferred by panelists. Based on these findings, it can be concluded that the formula containing 10% polysorbate (FIII) provided the best physical stability and panelist acceptance. Thus, variation in surfactant concentration affects the physical stability of Strobilanthes crispus leaf extract toner formulations.

Kulit wajah rentan terhadap kekeringan akibat dari sinar UV yang mempercepat proses penuaan dini (photoaging) serta memicu berbagai masalah kulit seperti dermatitis atopik. Di Indonesia prevalensi kulit kering mencapai 50%-80%. Beberapa produk toner yang ada dipasaran masih mengandung alkohol yang dapat membuat kulit semakin kering ketika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif bahan alami yang memiliki efek melembabkan salah satunya adalah duan keji beling yang mengandung senyawa flavonoid dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi surfaktan tween 80 terhadap stabilitas sediaan toner. Metode penelitian ini yaitu eksperimental dengan memformulasikan 4 formula dengan konsentrasi surfaktan 0% (F0), 5% (FI), 7,5% (FII), dan 10% (FIII) kemudian diuji stabilitas dengan metode cycling test lalu mengevaluasi antara lain organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, iritasi dan hedonik. Hasil penelitian pada uji organoleptis formula I, II dan III menghasilkan bentuk cair, warna hijau kekuningan jernih dan memiliki bau khas daun keji beling sedangkan F0 menghasilkan bentuk cair, warna hijau kehitaman dan berbau khas daun. Semua formula homogen dan memiliki pH yaitu 5 dan viskositas yaitu formula I 1,72 cPs, formula II 1,82 cPs, formula III 2,37 cPs dan formula 0 sebesar 1,35 cPs. Pada uji iritasi semua formula menunjukkan hasil yang negatif yang berarti tidak menunjukkan tanda iritasi dalam uji iritasi primer, serta pada uji hedonik formula yang paling disukai yaitu formula III. Bedasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa formula III dengan konsentrasi polisorbat 10% menghasilkan stabilitas fisik paling baik dan penerimaan dari panelis. Sehingga dapat dikatakan variasi konsentrasi surfaktan mempengaruhi stabilitas fisik sediaan toner ekstrak daun keji beling.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/902 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Alia Afrilia Gobel, Rizky Resvita Bahi, Moh. Rivaldi Mappa; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2219-2230; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 4 (2025); 2219-2230; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1108

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang