Wulansari, Eka dan Rini, Dewi Setyo dan Azizah, Sekar (2025) Level of Knowledge and Compliance of Patients in Using Medicines According to Sharia Principles During Ramadan at Cahaya Farma Pharmacy / Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien dalam Penggunaan Obat Sesuai Prinsip Syariah Selama Ramadan di Apotek Cahaya Farma. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1152-1159.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: As the country with the largest Muslim population in the world, Indonesia faces unique challenges regarding medication use during Ramadan. Proper understanding of Sharia principles in medication use is crucial to ensure therapeutic effectiveness without disrupting fasting rituals. However, many people still lack knowledge about appropriate medication rules during Ramadan. Objective: This study aims to assess patients' level of knowledge and compliance in using medications according to Sharia principles during Ramadan at Cahaya Farma Pharmacy in Semarang. Methods: This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. Data were collected through questionnaires administered to 60 pharmacy visitors aged 17–50 years who agreed to participate. Data analysis involved calculating the percentage of correct answers and categorizing knowledge levels into good (76–100%), moderate (56–75%), and poor (≤55%). Results: 63% of respondents had a moderate understanding of medication use during Ramadan. Most patients correctly recognized that oral medications invalidate fasting (100%), but knowledge about non-oral preparations such as sublingual drugs (5%) and inhalers (55%) remained low. Understanding of dosage schedule adjustments for chronic conditions like diabetes was also limited (5%). Conclusion: Patients' knowledge about Sharia-compliant medication use during Ramadan was at a moderate level. More intensive education is needed, particularly concerning non-oral medications and therapy adjustments for chronic diseases. Collaboration between healthcare professionals and religious leaders could enhance public understanding and promote safe, Sharia-compliant medication practices.
Latar Belakang: Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan unik dalam penggunaan obat selama Ramadan. Pemahaman yang tepat tentang prinsip syariah dalam penggunaan obat sangat penting untuk memastikan efektivitas terapi tanpa mengganggu ibadah puasa. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami aturan penggunaan obat yang sesuai selama Ramadan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam penggunaan obat sesuai prinsip syariah selama Ramadan di Apotek Cahaya Farma Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 60 pasien pengunjung apotek dengan kriteria usia 17–50 tahun dan bersedia berpartisipasi. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase jawaban benar dan mengkategorikan tingkat pengetahuan menjadi baik (76–100%), cukup (56–75%), dan kurang (≤55%). Hasil: Sebanyak 63% responden memiliki pemahaman cukup tentang penggunaan obat selama Ramadan. Mayoritas pasien memahami bahwa obat oral membatalkan puasa (100%), namun pengetahuan tentang sediaan non-oral seperti obat sublingual (5%) dan inhaler (55%) masih rendah. Pemahaman tentang penyesuaian jadwal minum obat untuk kondisi kronis seperti diabetes juga terbatas (5%). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan pasien tentang penggunaan obat sesuai prinsip syariah selama Ramadan berada pada kategori cukup. Diperlukan edukasi lebih intensif, terutama terkait sediaan non-oral dan penyesuaian terapi untuk penyakit kronis. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan tokoh agama dapat meningkatkan pemahaman masyarakat serta kepatuhan penggunaan obat yang aman dan sesuai syariah.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/884 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Eka Wulansari, Dewi Setyo Rini , Sekar Azizah ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 2 (2025); 1152-1159; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 2 (2025); 1152-1159; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1095 |

