UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Antibacterial Effectiveness of Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) Leaf Extract Against Cutibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis / Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) Terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis

Girsang, Valentina dan Nufus, Nunky dan Saptawati, Tunik dan Sa’adah, Anifatus dan Wibowo, Anisa Devi Kharisma dan Vidiani, Anak Agung Pradnya Paramitha (2025) Antibacterial Effectiveness of Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) Leaf Extract Against Cutibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis / Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) Terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 761-769.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Introduction: Polyalthia longifolia, commonly known as Glodokan tiang, is a plant typically found along roadsides, serving as shade and an ornamental feature in gardens. In addition to its aesthetic function, the leaves of this plant have been found to contain compounds with effective antibacterial activity. Natural ingredients with antibacterial properties, such as Polyalthia longifolia leaf extract, can be an alternative acne treatment due to their lower side effects than chemical drugs. Research Objective: This study aims to test the antibacterial activity of Polyalthia longifolia leaf extract in inhibiting the growth of Staphylococcus epidermidis and Cutibacterium acnes, which are significant causes of acne. Research Method: Polyalthia longifolia leaves were extracted using a maceration method with 70% ethanol as the solvent. The resulting extract was then tested for antibacterial activity using the disc diffusion method at 30%, 35%, 40%, 45%, and 50%. The bacteria used in the tests were Staphylococcus epidermidis and Cutibacterium acnes. Clindamycin was used as a positive control, and sterile water was used as a negative control. The data obtained from the tests were analyzed using the Kruskal-Wallis and post-hoc Games-Howell tests. Results: The study showed that Polyalthia longifolia leaf extract at various concentrations (30%, 35%, 40%, 45%, 50%) exhibited significant antibacterial activity against both bacteria tested. At a concentration of 50%, the extract demonstrated the most potent inhibitory effect on Cutibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis, with inhibition zones reaching 15.82 mm and 15.74 mm, respectively. Conclusion: Polyalthia longifolia leaf extract shows significant antibacterial potential against Staphylococcus epidermidis and Cutibacterium acnes. The 50% extract concentration exhibited the most potent inhibitory effect, making it a promising candidate for natural acne treatment with minimal side effects.

Pendahuluan: Tanaman Glodokan tiang (Polyalthia longifolia) merupakan tumbuhan yang biasa ditemukan di sepanjang jalan sebagai peneduh dan penghias taman. Selain memiliki fungsi estetika, bagian daun tanaman ini telah diketahui mengandung senyawa dengan aktivitas antibakteri yang efektif. Pemanfaatan bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri, seperti ekstrak daun Glodokan tiang, dapat menjadi alternatif pengobatan jerawat karena efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan obat kimia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun Glodokan tiang dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Cutibacterium acnes, yang merupakan penyebab utama jerawat. Metode: Ekstraksi daun Glodokan tiang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang dihasilkan kemudian diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 30%, 35%, 40%, 45%, dan 50%. Bakteri yang digunakan dalam pengujian adalah Staphylococcus epidermidis dan Cutibacterium acnes. Kontrol positif yang digunakan adalah klindamisin, sedangkan kontrol negatif adalah aquades steril. Data hasil uji dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan post-hoc Games-Howell. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Glodokan tiang pada berbagai konsentrasi (30%, 35%, 40%, 45%, 50%) memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap kedua bakteri yang diuji. Pada konsentrasi 50%, ekstrak daun Glodokan tiang menunjukkan daya hambat yang paling kuat terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis, dengan zona hambat yang mencapai 15,82 mm dan 15,74 mm, masing-masing. Kesimpulan: Ekstrak daun Glodokan tiang menunjukkan potensi antibakteri yang signifikan terhadap Staphylococcus epidermidis dan Cutibacterium acnes. Konsentrasi ekstrak 50% memiliki daya hambat yang paling kuat, yang menjadikannya kandidat potensial untuk digunakan dalam pengobatan jerawat alami dengan efek samping yang minimal.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/815 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Valentina Girsang, Nunky Nufus , Tunik Saptawati , Anifatus Sa’adah , Anisa Devi Kharisma Wibowo, Anak Agung Pradnya Paramitha Vidiani ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 2 (2025); 761-769; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 2 (2025); 761-769; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i2
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1060

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang