UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Study on the utilization of jamblang (Syzygium cumini L.) bark extract as a herbal-based alternative hair dye / Studi pemanfaatan ekstrak kulit batang jamblang (Syzygium cumini L.) sebagai alternatif pewarna rambut berbasis herbal

Muzakkir, Muzakkir dan Sembiring, Fanny Rizki dan Indriana, Meutia dan Salman, Salman (2025) Study on the utilization of jamblang (Syzygium cumini L.) bark extract as a herbal-based alternative hair dye / Studi pemanfaatan ekstrak kulit batang jamblang (Syzygium cumini L.) sebagai alternatif pewarna rambut berbasis herbal. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 291-302.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Hair dye is a cosmetic product used to restore or alter hair colour. Research on herbal-based hair dyes has expanded with the growing interest in natural ingredients. The bark of the jamblang tree (Syzygium cumini L.), which produces a black pigment, has long been utilised in various crafts. This potential makes it a candidate for natural hair dye. This study examines the use of ethanol extract from jamblang bark in the formulation of herbal hair dye and its effectiveness in producing a black colour. The research aims to investigate the utilization of ethanol extract from jamblang bark (Syzygium cumini L.) as an herbal hair dye. The focus is on evaluating the extract's effectiveness in a formulation with pyrogallol, copper (II) sulfate, and xanthan gum, as well as determining the optimal concentration to achieve black hair colour. The method for preparing the hair dye formulation involved the use of ethanol extract from jamblang bark in varying concentrations of 5%, 7.5%, 9.5%, and 11.5%, with the addition of 2% each of pyrogallol, copper (II) sulfate, and xanthan gum. Distilled water was used as the solvent. The dyeing process was conducted by immersing 200 strands of grey hair in preparation for 4 hours, followed by visual observation of colour changes. Colour stability was tested through 15 wash cycles and exposure to sunlight for 5 hours. An irritation test was also conducted on volunteers to evaluate the safety of the hair dye preparation. The study's results indicate that increasing the concentration of ethanol extract from jamblang bark affects the effectiveness of hair dyeing. The optimal formulation was achieved at a 7.5% extract concentration with the addition of 2% pyrogallol, 2% copper (II) sulfate, and 2% xanthan gum, which resulted in black colour. Stability tests showed that the colour remained unchanged after 15 wash cycles and 5 hours of sunlight exposure. Furthermore, the irritation test on volunteers demonstrated that the preparation did not cause skin irritation reactions. Thus, the ethanol extract of jamblang bark has the potential to serve as a safe natural hair dye, offering good colour stability and effectiveness in darkening grey hair.

Pewarna rambut adalah kosmetik yang digunakan untuk mengembalikan atau mengubah warna rambut. Dengan meningkatnya minat terhadap bahan alami, penelitian pewarna rambut berbasis herbal semakin berkembang. Kulit batang jamblang (Syzygium cumini L.) yang menghasilkan pigmen hitam telah lama dimanfaatkan dalam berbagai kerajinan. Potensi ini menjadikannya kandidat pewarna rambut alami. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan ekstrak etanol kulit batang jamblang dalam formulasi pewarna rambut herbal serta efektivitasnya dalam menghasilkan warna hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan ekstrak etanol kulit batang jamblang (Syzygium cumini L.) sebagai pewarna rambut herbal. Fokusnya adalah mengevaluasi efektivitas ekstrak dalam formulasi dengan pirogalol, tembaga (II) sulfat, dan xanthan gum serta menentukan konsentrasi optimal untuk menghasilkan warna hitam pada rambut. Metode pembuatan sediaan pewarna rambut diformulasikan dengan ekstrak etanol kulit batang jamblang dalam variasi konsentrasi 5%, 7,5%, 9,5%, dan 11,5%, serta tambahan pirogalol, tembaga (II) sulfat, dan xanthan gum masing-masing sebesar 2%. Akuades digunakan sebagai pelarut. Pewarnaan dilakukan dengan merendam 200 helai rambut uban dalam sediaan selama 4 jam, diikuti dengan observasi perubahan warna secara visual. Stabilitas warna diuji melalui 15 kali pencucian serta paparan sinar matahari selama 5 jam. Uji iritasi juga dilakukan pada sukarelawan untuk mengevaluasi keamanan sediaan pewarna rambut. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak etanol kulit batang jamblang berpengaruh terhadap efektivitas pewarnaan rambut. Formulasi optimal diperoleh pada konsentrasi ekstrak 7,5% dengan tambahan pirogalol 2%, tembaga (II) sulfat 2%, dan xanthan gum 2%, yang menghasilkan warna hitam. Uji stabilitas menunjukkan bahwa warna tetap bertahan tanpa perubahan signifikan setelah 15 kali pencucian serta paparan sinar matahari selama 5 jam. Selain itu, uji iritasi pada sukarelawan membuktikan bahwa sediaan ini tidak menimbulkan reaksi iritasi pada kulit. Dengan demikian, ekstrak etanol kulit batang jamblang berpotensi sebagai pewarna rambut alami yang aman, memiliki stabilitas warna yang baik, serta efektif dalam mempergelap warna uban.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/795 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Muzakkir Muzakkir , Fanny Rizki Sembiring, Meutia Indriana , Salman; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 1 (2025); 291-302; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 1 (2025); 291-302; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i1
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1051

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang