Dewi, Marhindayani dan Damayanti, Rita (2025) Overview of patient safety culture at Izza Karawang hospital in 2024 / Gambaran budaya keselamatan pasien di rumah sakit Izza Karawang Tahun 2024. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 240-250.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
This study was conducted to describe the patient safety environment developed by Izza Hospital, Karawang, using the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) instrument developed by the Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). The research method used a quantitative descriptive design with a survey approach, involving 326 respondents from medical and non-medical personnel who were directly related to patient care. The sampling technique was accidental sampling, and data were analyzed using univariate analysis for the frequency distribution of the 12 dimensions of patient safety culture. The findings showed that most respondents were nurses (62.9%) with 1-5 years of service (38%) and working hours >40 hours per week (64%). The assessment of the work unit showed the majority in the “good” category (56%), while the most patient safety reports were 1-2 reports per year (35%). Most indicators of patient safety culture showed positive responses, such as teamwork (97%) and open communication (66-81%). However, there were challenges in indicators such as response to errors and staff courage to ask critical questions. In conclusion, the patient safety culture at Izza Hospital is in the “good” category but needs specific improvements in certain dimensions to support more optimal patient safety. These results provide insights for the hospital in formulating strategies for continuous improvement of patient safety culture.
Studi ini dilakukan dengan maksud untuk menggambarkan Lingkungan keselamatan pasien yang dikembangkan oleh Rumah Sakit Izza, Karawang, menggunakan instrumen Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) yang dikembangkan oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 326 responden dari tenaga medis dan nonmedis yang berhubungan langsung dengan pelayanan pasien. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling, dan data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk distribusi frekuensi dari 12 dimensi budaya keselamatan pasien. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan responden berasal dari perawat (62,9%) dengan masa kerja 1-5 tahun (38%) dan jam kerja >40 jam per minggu (64%). Penilaian terhadap unit kerja menunjukkan mayoritas dalam kategori "baik" (56%), sedangkan laporan keselamatan pasien terbanyak adalah 1-2 laporan per tahun (35%). Sebagian besar indikator budaya keselamatan pasien menunjukkan respons positif, seperti kerjasama tim (97%) dan keterbukaan komunikasi (66-81%). Namun, terdapat tantangan dalam indikator seperti respon terhadap kesalahan dan keberanian staf untuk mengajukan pertanyaan yang kritis. Kesimpulannya, budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Izza berada dalam kategori "baik", tetapi perlu perbaikan khusus pada dimensi tertentu untuk mendukung keselamatan pasien yang lebih optimal. Hasil ini memberikan wawasan bagi rumah sakit dalam merumuskan strategi peningkatan budaya keselamatan pasien yang berkelanjutan.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/737 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Marhindayani Dewi, Rita Damayanti; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 1 (2025); 240-250; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 1 (2025); 240-250; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i1 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1029 |

